Layani 200 Pasien, Pemprov Bengkulu Tinjau RSKJ Soeprapto

Layani  200 Pasien, Pemprov Bengkulu Tinjau  RSKJ Soeprapto

Layani 200 Pasien, Pemprov Bengkulu Tinjau RSKJ Soeprapto -Riski/MC-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id  - ​Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto pada Senin (30/3) untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.

Mewakili Gubernur Bengkulu, Asisten I Setda Provinsi Khairil Anwar, hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan perwakilan BPJS Kesehatan. Kunjungan ini bertujuan memberikan kepastian bahwa fasilitas kesehatan tetap siaga penuh melayani masyarakat.

BACA JUGA:Tinjau Korban Kebakaran di Kebun Keling, Gubernur Bengkulu Salurkan Bantuan Rp 20 Juta


​Saat ini, RSKJ Soeprapto tengah merawat sekitar 200 pasien dengan berbagai kondisi medis. Khairil Anwar memberikan apresiasi atas perubahan positif pada fasilitas rumah sakit yang kini dinilai jauh lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi para pasien.

Pihak rumah sakit memastikan bahwa tenaga kesehatan akan tetap berjaga sesuai jadwal agar seluruh pasien, baik yang menjalani terapi rutin maupun yang sedang dalam persiapan pulang, tetap mendapatkan perhatian maksimal.


​Tidak hanya fokus pada pengobatan medis, pasien di RSKJ ini ternyata juga dibekali dengan berbagai keterampilan hidup yang sangat bermanfaat. Program pemberdayaan seperti bercocok tanam, menjahit, hingga membuat kerajinan tangan diterapkan untuk melatih kemandirian mereka.

Tujuannya sangat mulia, yakni agar saat kembali ke lingkungan masyarakat nanti, para pasien memiliki bekal keahlian untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif.

 


​Direktur RSKJ Soeprapto Herry Permana, menegaskan komitmennya terhadap pelayanan yang mengedepankan aspek kemanusiaan. Ia menekankan bahwa pendekatan komunikasi yang hangat dan profesional adalah kunci dalam menangani pasien, tanpa perlu menggunakan cara-cara lama yang tidak manusiawi.


​"Pasien diperlakukan secara manusiawi dan tidak lagi mengalami praktik pemasungan. Pendekatan komunikasi yang baik juga diterapkan dalam menangani pasien yang gelisah," tegas Herry Permana saat menjelaskan metode perawatan di sana.


​ Pemerintah Provinsi Bengkulu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa. Dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar dianggap sebagai obat yang paling mujarab dalam proses pemulihan.

Dengan keterbukaan dan penerimaan yang baik, diharapkan para pasien dapat kembali berintegrasi ke tengah masyarakat dengan rasa percaya diri yang tinggi. 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: