Hari Ulang Tahun ke -55 , Bank Bengkulu Tumbuh Positif

Hari Ulang Tahun ke -55 , Bank Bengkulu Tumbuh Positif

Hari Ulang Tahun ke -55 , Bank Bengkulu Tumbuh Positif -raditya Farosta-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Bengkulu -  Bank Bengkulu telah berusia 55 Tahun. Kinerja Bank Bengkulu menunjukkan tren positif.


Plt Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi menyebut, bank ini kini berada dalam jalur yang tepat.
“Alhamdulillah, kita on the track. Di akhir 2024, untuk pertama kalinya kita masuk kelompok bank dengan aset di atas Rp 10 triliun. Bahkan kita bisa meraih peringkat kedua di kelompok itu,” ungkapnya.

BACA JUGA:Kinerja Moncer di RUPS 2025, Bank Bengkulu Perkuat Modal dan Transformasi


Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Bank Bengkulu mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Namun bagi Iswahyudi, pencapaian itu bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.


Disisi lain, peringatan HUT Bank Bengkulu dilaksanakan sederhana, namun penuh khidmat. Perayaan tak berhenti di lapangan. Kebersamaan berlanjut ke lantai 7 Aula Mochtar Azeharie, di mana prosesi syukuran dengan pemotongan tumpeng digelar. 

BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan Lantik Andaru Pranata sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu


Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu, H Iswahyudi mengatakan, “Alhamdulillah, hari ini Bank Bengkulu genap berusia 55 tahun. Ini usia yang sudah cukup matang. Kita syukuri, tapi juga harus kita waspadai,” ujarnya usai acara.


Ia mengibaratkan usia bank seperti manusia yang memasuki fase dewasa. Di fase ini, tantangan justru semakin kompleks.


“Kalau manusia, usia matang itu mulai banyak ‘penyakit’. Nah, supaya tetap sehat, Bank Bengkulu harus terus melakukan pembenahan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan nasabah,” kata Iswahyudi.


Menurutnya, perubahan paling mendasar harus dimulai dari pola pikir Sumber Daya Manusia (SDM). Bank Bengkulu, kata dia, tidak bisa lagi menunggu nasabah datang, melainkan harus proaktif menjemput bola.
“Mindset itu yang harus berubah. Tidak bisa lagi menunggu di kantor. Kita harus proaktif, jemput bola, cepat merespons kebutuhan nasabah,” tegasnya.


Ia menekankan bahwa pelayanan terbaik berangkat dari hal-hal sederhana: keramahan, kecepatan respons, hingga ketulusan dalam melayani.


“Kalau ditelepon nasabah, harus cepat direspons. Senyum yang tulus, pelayanan yang ramah, itu hal mendasar,” tambahnya.


Selain SDM, pembenahan juga menyasar infrastruktur dan digitalisasi. Iswahyudi mengakui, di era saat ini, layanan berbasis teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.


“Digitalisasi itu wajib. Masyarakat sekarang ingin serba cepat. Mobile banking jangan lambat, jangan sering error. ATM juga harus selalu siap, jangan sampai saat orang butuh malah terganggu,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: