Ini Cara Ampuh Kurangi Bau Jengkol saat Buang Air Kecil
Ini Cara Ampuh Kurangi Bau Jengkol saat Buang Air Kecil-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Medan - Jengkol masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia karena cita rasanya yang khas dan teksturnya yang unik. Meski begitu, tak sedikit orang memilih membatasi konsumsi jengkol lantaran aroma menyengat yang kerap muncul setelah menyantapnya, terutama saat buang air kecil.
Seperti dikutip dari laman sumut.disway.id, aroma khas tersebut sebenarnya berasal dari senyawa alami yang terkandung di dalam jengkol. Saat dicerna tubuh, senyawa itu akan diproses dan dikeluarkan melalui urine sehingga menimbulkan bau yang cukup tajam.
BACA JUGA:Warga Arkarami Keluhkan Air Bersih Mati Total, Bambang Desak PDAM Bergerak Cepat
Pakar gizi masyarakat dari berbagai literatur kesehatan menyebut, efek tersebut tergolong normal selama tidak disertai keluhan lain seperti nyeri saat buang air kecil atau gangguan ginjal. Namun, pengolahan yang tepat dapat membantu mengurangi aroma menyengat tersebut secara signifikan.
Cara Merebus Jengkol agar Bau Berkurang
Untuk langkah awal yang umum dilakukan adalah merendam jengkol dalam air bersih selama satu malam penuh. Air rendaman sebaiknya diganti beberapa kali agar kandungan penyebab aroma menyengat ikut berkurang.
“Perendaman membantu mengurangi kadar senyawa tertentu pada bahan pangan yang berpotensi memunculkan aroma kuat,” demikian dijelaskan dalam sejumlah referensi pengolahan pangan tradisional.
Setelah direndam, jengkol dianjurkan direbus bersama bahan aromatik seperti daun salam dan serai. Kombinasi rempah tersebut dipercaya mampu membantu menekan bau tajam sekaligus memberi aroma lebih segar.
Ada juga sebagian orang menambahkan sedikit bubuk kopi ke dalam air rebusan. Cara tradisional ini cukup populer di berbagai daerah karena diyakini membantu menyerap bau khas jengkol.
Untuk hasil lebih optimal, proses perebusan dapat dilakukan sebanyak dua kali dengan mengganti air rebusan. Teknik ini dinilai efektif mengurangi kadar senyawa sulfur dan asam jengkolat yang memicu aroma menyengat.
Trik Tradisional yang Masih Dipakai
Di samping rempah dapur, sebagian masyarakat masih mempertahankan cara tradisional dengan memasukkan daun jambu biji ke dalam rebusan jengkol. Metode turun-temurun ini dipercaya membantu menurunkan aroma tajam sebelum jengkol diolah menjadi berbagai masakan.
Walaupun belum banyak diteliti secara ilmiah, praktik tersebut masih sering ditemukan di sejumlah daerah penggemar kuliner jengkol.
“Cara tradisional biasanya lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam mengolah bahan makanan,” kata pemerhati pangan lokal dalam sejumlah kajian kuliner Nusantara.
Perbanyak Minum Air Putih
Selain proses pengolahan, pola konsumsi juga memengaruhi intensitas aroma setelah makan jengkol. Masyarakat disarankan memperbanyak minum air putih agar tubuh lebih cepat membuang sisa metabolisme senyawa jengkol melalui urine.
Selain itu, konsumsi jengkol tetap perlu dibatasi. Jika dimakan berlebihan, jengkol berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu, terutama pada orang dengan riwayat masalah ginjal.
Dengan teknik pengolahan yang tepat, jengkol tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir berlebihan. Mulai dari perendaman, perebusan berulang, hingga penggunaan rempah alami menjadi cara sederhana yang banyak diterapkan untuk mengurangi bau menyengat setelah mengonsumsinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
