Ini Dia Cara Membuat Kue Sapik Khas Minang, Rasanya Renyah dan Gurih
Ini Dia Cara Membuat Kue Sapik Khas Minang, Rasanya Renyah dan Gurih -Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Padang -- Jika Anda berkunjung ke Sumatera Barat saat momen Lebaran atau perayaan adat, Anda akan sangat mudah menemukan kue kering yang satu ini. Ya, Kue Sapik namanya!
Seperti dikutip dari laman sumbar.disway.id, camilan tradisional khas Minangkabau ini memiliki tampilan yang mirip dengan kue semprong atau egg roll, namun memiliki ciri khas tersendiri karena dilipat berbentuk segitiga atau persegi setelah dijepit dengan cetakan khusus.
Sedangkan nama "sapik" sendiri berasal dari bahasa Minang yang berarti "jepit", karena proses pembuatannya memang harus dijepit di antara dua lempengan besi tebal bermotif. Cita rasanya sangat memikat—perpaduan antara manis yang pas, gurihnya santan, serta aroma wangi rempah yang khas.
Nah, bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan camilan jadul ini atau ingin mencoba membuatnya di rumah, yuk ikuti resep dan panduan praktis berikut.
Bahan Utama:
250 gram tepung beras berkualitas baik
150 gram gula pasir (bisa disesuaikan dengan tingkat kemanisan yang Anda suka)
3 butir telur ayam ukuran sedang
400 ml santan kental (dari 1 butir kelapa tua agar rasanya gurih maksimal)
1/2 sendok teh garam halus
1/2 sendok teh bubuk kayu manis (rahasia aroma wangi Kue Sapik yang otentik)
1 sendok makan margarin, lelehkan (opsional, untuk menambah kelenturan adonan)
Alat Khusus:
Cetakan Kue Sapik tradisional (lempengan besi bermotif dengan gagang panjang)
Langkah Meracik Adonan Kue Sapik
1. Siapkan wadah bersih berukuran agak besar. Masukkan telur ayam dan gula pasir, lalu kocok menggunakan whisk atau mixer dengan kecepatan rendah sampai gula benar-benar larut dan campuran telur sedikit mengembang.
2. Tambahkan garam halus dan bubuk kayu manis ke dalam kocokan telur, kemudian aduk kembali hingga semua bumbu rempah tercampur rata.
3. Masukkan tepung beras sedikit demi sedikit secara bergantian dengan santan kental. Aduk perlahan secara konstan agar adonan halus dan tidak ada tepung yang menggumpal.
4. Tuangkan margarin cair ke dalam adonan, lalu aduk untuk terakhir kalinya hingga adonan menjadi licin. Tekstur akhir adonan Kue Sapik ini cenderung cair, mirip dengan adonan rempeyek atau crepes.
Proses Memanggang dan Melipat Kue
1. Panaskan cetakan Kue Sapik di atas bara api atau kompor dengan api kecil cenderung sedang. Balik cetakan sesekali agar kedua sisinya panas merata.
2. Sebelum menuangkan adonan pertama, olesi bagian dalam cetakan dengan sedikit minyak goreng atau margarin tipis-tipis agar kue tidak lengket. Untuk panggangan berikutnya, Anda tidak perlu mengolesinya lagi.
3. Buka cetakan, lalu tuangkan sekitar 1 hingga 1,5 sendok makan adonan tepat di bagian tengah cetakan.
4. Segera tutup cetakan dengan rapat dan tekan kuat-kuat agar adonan melebar tipis dan merata ke seluruh permukaan cetakan. Jika ada adonan yang meleleh keluar di pinggiran cetakan, Anda bisa merapikannya dengan pisau.
5. Panggang di atas api sambil dibolak-balik secara berkala sampai daun cetakan terasa ringan dan kue berwarna kuning kecokelatan (matang).
6. Buka cetakan dengan cepat saat kue masih di atas kompor. Selagi kue masih panas dan bertekstur lentur, segera lipat kue menjadi bentuk segitiga atau persegi menggunakan bantuan sutil kecil atau garpu. Proses pelipatan ini harus Anda lakukan dengan sangat cepat sebelum kue mendingin dan mengeras.
7. Angkat kue yang sudah dilipat, lalu dinginkan di atas nampan. Lakukan proses memicu adonan ini sampai seluruh bahan habis.
Tips Penting saat Membuat Kue Sapik
1. Kecepatan adalah Kunci: Kue Sapik akan langsung mengeras dan menjadi renyah hanya dalam hitungan detik setelah keluar dari cetakan. Jika Anda terlambat melipatnya, kue akan rapuh dan patah.
2. Pengaturan Api: Gunakan selalu api kecil agar adonan tidak cepat gosong sebelum sempat matang merata dan tipis.
Penyimpanan: Setelah kue benar-benar dingin dalam suhu ruang, segera masukkan Kue Sapik ke dalam stoples yang kedap udara agar kerenyahannya bertahan lama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
