Bukan Setelah Mandi, Ini Waktu Terbaik Pakai Deodoran
Cara yang Benar agar Bau Badan Lebih Terkontrol-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Bau badan menjadi salah satu masalah yang sering mengganggu aktivitas, terutama bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan transportasi umum atau beraktivitas di luar ruangan.
Seperti dikutip dari laman disway.id, saat jam sibuk, seperti berangkat maupun pulang kerja, kondisi kereta, bus, atau angkutan umum yang padat membuat penumpang harus berdiri berdekatan sehingga aroma tubuh menjadi lebih mudah tercium.
BACA JUGA:Kapolres Bengkulu Selatan Gandeng Tokoh Agama, Wujudkan Daerah Aman dan Harmonis
Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak orang mengandalkan deodoran sebelum beraktivitas. Namun, ternyata masih banyak yang keliru dalam menggunakannya sehingga manfaat produk tersebut tidak bekerja secara maksimal.
Nah, berikut beberapa cara memakai deodoran yang benar agar lebih efektif mencegah bau badan.
Mengoleskan deodoran setelah mandi pagi memang sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, menurut berbagai ahli kesehatan kulit, waktu terbaik menggunakan deodoran justru pada malam hari sebelum tidur.
Saat tidur, produksi keringat cenderung lebih rendah sehingga bahan aktif dalam deodoran maupun antiperspiran memiliki waktu lebih lama untuk bekerja dan menyerap ke dalam kulit.
Selain memilih waktu yang tepat, kondisi kulit juga perlu diperhatikan. Deodoran sebaiknya diaplikasikan saat kulit ketiak benar-benar kering. Jika digunakan ketika kulit masih basah atau sedang berkeringat, efektivitasnya akan berkurang sehingga perlindungan terhadap bau badan menjadi tidak optimal.
Banyak orang juga memiliki kebiasaan mengoleskan deodoran berulang kali tanpa terlebih dahulu membersihkan ketiak. Cara ini kurang disarankan. Karena, sisa keringat dan kotoran yang menempel dapat menghambat kinerja produk. Sebaiknya bersihkan area ketiak terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan deodoran kembali.
Bagi seseorang yang memiliki masalah bau badan berlebih, pemilihan produk juga tidak boleh sembarangan.
Gunakan deodoran yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit agar hasilnya lebih maksimal.
Sedangkan hal lain yang sering diabaikan adalah penggunaan deodoran setelah mencukur bulu ketiak.
Kulit yang baru selesai dicukur umumnya lebih sensitif, sehingga langsung mengoleskan deodoran berpotensi menyebabkan rasa perih atau iritasi. Sebaiknya tunggu sekitar dua jam setelah bercukur sebelum kembali menggunakan produk tersebut.
Tak sedikit orang juga masih menganggap deodoran dan antiperspiran adalah produk yang sama. Padahal keduanya memiliki fungsi berbeda. Deodoran dirancang untuk membantu mengurangi atau menghilangkan bau badan dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Sementara itu, antiperspiran bekerja dengan cara mengurangi produksi keringat melalui bahan aktif tertentu yang membantu menekan aktivitas kelenjar keringat.
Oleh karena itu, jika masalah utama adalah produksi keringat yang berlebihan, antiperspiran bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Namun, apabila keluhan utamanya adalah aroma tubuh yang kurang sedap, penggunaan deodoran akan lebih sesuai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
