Serial Abunawas: Membuktikan Aliran Angin

Senin 31-07-2023,09:56 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Editor : Yar Azza

 

''Kau minta apa?'' Baginda balik menantang.

''Terserah Baginda mau beri apa?!''

''Ya, sudahlah, nanti aja. Yang penting sekarang apa jawabannya?''

Sambil memijat, Abunawas berpikir mencari jawaban. Dia tidak ingin berpikir lama-lama. Karena kalau kelamaan berpikir, semakin lama pula dia memijat Baginda.

 

Lima menit, sepuluh menit, Abunawas belum juga mendapat jawaban yang pas. Abunawas mulai panik. Untungnya disaat kritis  itu, tiba-tiba Abunawas mendapat ide. Ia yakin bisa memberi jawaban pertanyaan Baginda, sekaligus membalas kekesalannya.

'Ayo Abunawas, apa jawabannya?!'' tagih Baginda tak sabar menunggu jawaban Abunawas.

Sesaat setelah Baginda bertanya begitu, tiba-tiba Abunawas memukul punggung Baginda dengan keras. Buukk! Baginda kaget dan berteriak kesakitan.''Aduh...!!!''


--

 

''Abunawas , kau gila apa?! Mengapa tiba-tiba kau memukul punggungku?! ''damprat Baginda tak habis pikir.

''Maaf Baginda... Itulah jawaban pertanyaan Baginda,'' jawab Abunawas , tenang. Dia sama sekali tak merasa bersalah.

''Jawaban bagaimana, maksudmu? Kau diberi soal malah memukul punggungku!''

 

''Ya itu... Baginda. Kalau punggung yang dipukul, mengapa mulut Baginda yang berteriak?! Mengapa bukan punggung yang mengaduh kesakitan?! Bukankah punggung yang seharusnya protes, karena dipukul dengan keras? Jawaban itu sama dengan pertanyaan, mengapa yang masuk angin mulut atau hidung yang dikeroki justru punggung? Sekarang mana hadiahnya buat hamba?''

Kategori :