“Wah… udah lengkap ya kelompok kalian. Bagus… bagus… sekarang juga kakak daftarin kalian,” jawab kak Via dengan senang hati.
“Yeay… Terima kasih banyak kakak Via cantik…” puji Vita sambil senyum-senyum melihat muka kak Via memerah seperti tomat.
Jam itu juga Kak Via langsung menghampiri Bu Yeni di ruang Guru. Setelah beberapa menit berbincang dengan Bu Yeni, akhirnya Vita bersama teman-teman sudah terdaftar menjadi peserta lomba.
Vita sangat berterima kasih kepada Vita karena berkat kak Via, Vita dan teman-teman bisa mengikuti lomba ini.
Vita, Melani, Vebi dan Dina tidak mau membuat kak Via bersama guru- guru kecewa. Mereka berlatih dengan sungguh-sungguh.
Setelah diskusi kemarin, mereka akan membuat lagu baru yang dikombinasikan dari asal daerah mereka masing-masing. Cukup sulit, tapi mereka mencoba untuk menciptakan hal baru.
“Kita harus latihan dengan serius. Pertama, kita tentukan dulu judul lagu. Selanjutnya menentukan awalan dari liriknya itu bagaimana. Bisa yok bisa… semangat teman-teman…” support Vita untuk teman-temannya agar lebih semangat lagi latihan.
“Pasti dong…Kita harus bisa membuat bangga nama sekolah, ” timbal Vebi tiba-tiba mengangkat tangan yang di genggam.
Hari demi hari mereka rela latihan. Tak kenal siang, malam, mereka habiskan waktu istirahat untuk latihan. Menentukan sebuah lirik lagu saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena banyak pendapat yang membuat mereka harus mempertimbangkan agar tidak salah langkah.
Setelah seminggu berlalu, tinggal satu minggu lagi waktu untuk membuat lagu itu. Dalam satu minggu itu Vita, Melani, Vebi dan Dina bingung karena lagu yang mereka buat masih sedikit.
Pada hari sabtu, mereka full latihan dari pagi sampai sore, disaat latihan terjadi perang mulut antara Vita dan Vebi disaat menentukan lirik dibagian reff.