Ketika amaliyah Ramadan dapat kita sempurnakan dan dianjurkan dengan ucapan serta sikap syukur kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan mengabulkan semua permintaan dan permohonan kita.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Imam Hasan Al Banna Ketika mengulas ayat ini mengatakan bahwa Allah SWT amat dekat kepada hamba-Nya pada bulan Ramadan. Tentang keistimewaan bulan Ramadan di sisi Allah ditegaskan sendiri oleh Allah SWT melalui hadist qudsi.
“Jika bulan Ramadan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan di belenggu, kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah yang maha benar, wahai pencari kejahatan, berhentilah ! Dan wahai pencari kebaikan, kemarilah!”(HR. Bukhari dan Muslim)
Pintu pintu surga dibuka karena manusia berbondong-bondong melaksanakan ketaatan, ibadah, dan taubat, sehingga jumlah pelakunya banyak. Setan-setan dibelenggu karena manusia beralih kepada kebaikan. Sehingga setan tidak mampu berbuat apa-apa.
Hari -hari dan malam-malam Ramadan merupakan masa-masa kemuliaan yang diberikan Allah SWT agar orang-orang yang berbuat baik menambah kebaikannya dan orang-orang yang berbuat jahat bertaubat dan memohon ampunan kepada-Nya.
Begitu juga kitab suci Al-Quran bahkan telah menjamin bagi orang berpijak diatasnya tidak akan tersesat selamanya. Allah Azza Wa jallah berfirman.
“Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar.” (QS. Al-Isra’: 9)
Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara yang apabila berpegang kepadanya niscaya tidak akan tersesat selamanya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.”
Al-Quran mampu menjawab pertanyaan besar yang ada dalam setiap pikiran manusia. Min aina.. ilaa ainaa...limadzaa ? dari mana kita berasal ? Hendak ke mana ? Dan untuk apa kita hidup di dunia ini ?
Di dalam Al-Quran dipaparkan arah dan tujuan kehidupan, sejarah umut masa lalu dan prediksi (gambaran) kehidupan di masa depan, berbagai peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan dan seluruh yang dibutuhkan. Semuanya ada dalam Al-Quran.