Menanggapi hal tersebut Kepala SMKS Aisyiyah Manna, M Rasyid Ridha membantah semua tuduhan wali murid tersebut. Bahkan ia menyatakan tidak pernah melontarkan perkataan sakit hati kepada muridnya justru pihaknya memberikan tenggang waktu untuk menyelesaikan persoalan nilai yang tidak memenuhi standar kenaikan kelas.
"Apalagi sampai mengatakan saya sakit hati,itu tidak benar. Terbukti banyak kok anak yang belum melunasi tunggakan masih bisa mengikuti ujian. Bahkan saya mendengar langsung dari mulut Nezza bahwa dirinya mau pindah sekolah,jadi bukan pihak sekolah menghalang - halangi Nezza memperbaiki nilainya,"papar Rhida.
BACA JUGA:2 Pemuda Bengkulu Selatan Menjadi Perwakilan Provinsi Bengkulu Ajang MTQ Nasional 2024
Dalam pertemuan wali murid dengan pihak sekolah hadir juga pihak pengawas, Dra Elmiza Martafani MPd yang menyampaikan terkait keterangan yang ada dalam raport tersebut sengaja dibuatkan naik kelas untuk dilaporkan kedalam Dapodik,tetapi Nezza harus memperbaiki nilai yang masih dibawah rata - rata.
"Mengapa kita lakukan seperti itu,kalau kami laporkan dalam Dapodik tidak naik kelas maka tidak bisa dirubah lagi, karena untuk penginputan dalam Dapodik tutup tanggal 15 Juli yang lalu. Makanya kami nyatakan naik kelas, tetapi Nezza harus melakukan perbaikan nilai yang masih dibawah standar. Baru nantinya kalau sudah diperbaiki dinyatakan naik seratus persen,"ungkap Elmiza
BACA JUGA:Sukses, Festival Ayiak Manna Akan Dimasukkan Pemkab Bengkulu Selatan Dalam Karisma Event Nusantara
Ternyata bukan hanya Nezza yang dinyatakan naik kelas dari kelas 11 ke kelas 12 di dalam raport. Tetapi ada dua murid lainnya di SMKS Aisyiyah Manna, yaitu Lisi Puspitasari dan Sania Putri Ayu yang dinyatakan dengan keterangan naik kelas di raport tapi tidak diakui naik kelas oleh pihak sekolah dan kedua orang ini telah memutuskan untuk pindah sekolah.
"Sebenarnya ini hanya miskomunikasi saja,kepada kepala sekolah sudah saya bilang jangan dulu dibagikan raportnya,ternyata dengan wali kelas dibagikan saat pembagian raport,karena dari laporan tiga siswi ini memang ada persoalan terkait nilai,untuk itu kami akan mencari solusi sebaiknya,"pungkas Elmiza.