Kematian mendadak ternak ini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan peternakan lokal di Kampung Melayu. Selain kerugian materi, kejadian ini juga memengaruhi psikologis para peternak yang bergantung pada ternak sebagai sumber penghidupan utama.
Kasus serupa pernah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, yang sering kali disebabkan oleh penyakit seperti Septicaemia epizootica (SE) atau Anthrax. Kedua penyakit ini dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kematian mendadak pada ternak, terutama di musim hujan. Namun, hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai jenis penyakit yang menyerang kerbau di Kampung Melayu.(wij)