Waspada Daging Sapi Mati Kemaren Bisa Ancam Kesehatan

Sabtu 15-02-2025,16:46 WIB
Reporter : Windi Junius
Editor : Syariah muhammadin

Warna Daging segar umumnya berwarna merah cerah, sementara daging tiren cenderung pucat atau menghitam.

 

Aroma Daging yang tidak layak konsumsi biasanya mengeluarkan bau menyengat dan busuk.

 

Tekstur Daging segar terasa kenyal saat ditekan, sedangkan daging tiren lebih lembek dan berlendir.

 

“Memang tidak mudah membedakan daging segar dengan daging tiren, apalagi jika sudah diolah. Namun, secara umum, daging yang mengalami pembusukan akan berbau busuk, teksturnya lembek, dan warnanya tidak segar,” tambah Syarkawi.

 

Untuk mencegah peredaran dan konsumsi daging tiren, masyarakat diminta lebih teliti dalam membeli daging di pasar maupun di tempat pemotongan hewan. Pemerintah juga mengimbau para peternak agar tidak menjual bangkai hewan yang mati akibat penyakit.

 

“Kami mengingatkan para peternak agar tidak menjual bangkai sapi atau hewan ternak lainnya di pasar. Kepada masyarakat, harap lebih bijak dalam memilih daging. Kenali ciri-ciri daging yang sehat dan jangan tergoda harga murah yang bisa berisiko bagi kesehatan,” tegas Syarkawi.

 

Selain itu, pengawasan dari pihak berwenang terhadap distribusi dan penjualan daging juga perlu diperketat guna memastikan daging yang beredar di pasaran aman dikonsumsi. Pemerintah daerah bersama dinas terkait diharapkan dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya daging tiren dan pentingnya memilih daging yang berkualitas.

 

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan peredaran daging tiren dapat diminimalisir, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga. 

Kategori :