Pemantauan Hilal Ramadhan 1446 Hijriah di Bengkulu Pindah ke Lokasi Baru

Jumat 28-02-2025,18:53 WIB
Reporter : windi
Editor : syariah muhammadin

 

RADAR BENGKULU – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu mengumumkan perubahan lokasi pemantauan hilal (Rukyatul Hilal) untuk menentukan awal Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Biasanya, kegiatan ini dilaksanakan di atas Mess Pemda Provinsi Bengkulu yang terletak di kawasan Tapak Paderi, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Namun, tahun ini, pemantauan hilal akan dipindahkan ke kawasan Gora Beach Club, Jalan Pariwisata Nomor 1, Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H. Pahrizal, S.Sos, M.Si, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi baru ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dalam proses pemantauan hilal.

BACA JUGA:Resep Bubur Kanji dan Ubi yang Enak dan Manis, Takjil Favorit Berbuka Puasa

"Tahun ini kita mencoba tempat baru di Gora, Pantai Panjang. Mudah-mudahan pelaksanaan berjalan lancar," ujarnya.

Pemantauan hilal merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Kemenag untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah, khususnya Ramadhan. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, ormas Islam, dan instansi terkait lainnya.

Menurut Pahrizal, pemantauan hilal tahun ini dijadwalkan pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Pahrizal juga meminta agar semua pihak terkait dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap cuaca pada hari pelaksanaan dalam kondisi cerah agar proses rukyatul hilal dapat berjalan optimal.

"Pemantauan hilal akan dilakukan pada hari Jumat, 28 Februari 2025 sore. Mudah-mudahan tahun ini cuaca cerah, sehingga prosesnya bisa berjalan dengan baik," tambahnya.

Selain itu, Pahrizal menyampaikan harapannya agar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dapat menetapkan awal Ramadhan secara bersamaan tahun ini. Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan jatuh pada 1 Maret 2025. "Mudah-mudahan ada kesamaan antara NU dan Muhammadiyah dalam penetapan awal Ramadhan. Namun, jika ada perbedaan, itu hal yang biasa. Kita harus saling menghormati," tuturnya.

Perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan antara NU dan Muhammadiyah memang kerap terjadi. NU biasanya menggunakan metode rukyatul hilal (pengamatan hilal secara langsung), sementara Muhammadiyah menggunakan metode hisab (perhitungan astronomis).

Meskipun demikian, kedua ormas Islam terbesar di Indonesia ini selalu mengedepankan toleransi dan saling menghormati perbedaan tersebut.

Pemindahan lokasi pemantauan hilal ke Gora Beach Club diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih akurat. Kawasan Pantai Panjang dikenal memiliki pemandangan langit yang lebih terbuka, sehingga memudahkan tim pemantau untuk mengamati hilal. Selain itu, lokasi ini juga lebih mudah diakses oleh masyarakat yang ingin menyaksikan langsung proses pemantauan.

BACA JUGA:5 Minuman Herbal ini Ampuh Mencegah Perut Kembung Usai Berbuka Puasa dan Menyehatkan Pencernaan

Kategori :