Pemprov Bengkulu Dorong Rumah Sakit Bergerak di Enggano Naik Status

Kamis 10-07-2025,20:30 WIB
Reporter : Windi Junius
Editor : Azmaliar Zaros

BACA JUGA:23 Orang Mantan Kadis Sampaikan Aspirasi ke DPRD Provinsi Bengkulu

 

Namun, di balik rencana besar itu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satu persoalan krusial yang disampaikan oleh Camat Enggano, Susanto, adalah belum adanya kerja sama RSB dengan BPJS Kesehatan.

“Kalau masyarakat berobat sekarang, bisa keluar biaya hingga satu juta per malam. Ini jelas membebani. Rumah sakit sudah ada, tapi tidak tercover BPJS. Ini yang harus segera dicarikan solusinya,” ungkapnya.

BACA JUGA:Pemda Provinsi Bengkulu akan Gelar Lelang Jabatan

 

Kondisi ini diperparah oleh minimnya tenaga medis dan fasilitas penunjang. Padahal, kebutuhan layanan kesehatan di Enggano tak kalah mendesak dibanding wilayah lainnya.

 

Tenaga Kesehatan: Sudah Lama Kami Usulkan

Keresahan juga datang dari para tenaga kesehatan. Kumala Sari, perawat umum di RSB Enggano, menyebutkan bahwa usulan peningkatan status rumah sakit sudah berulang kali disampaikan. Bahkan sejak kunjungan tim dari Presiden Joko Widodo beberapa tahun lalu.

“Sudah lama kami sampaikan, tapi tak ada tindak lanjut. Dulu waktu tim dari Pak Jokowi ke sini, kami sudah angkat soal ini. Tapi ya, sampai sekarang masih status rumah sakit bergerak,” keluh Kumala.

BACA JUGA:PMII Tuntut Transparansi Dana Hibah di Dispora Provinsi Bengkulu

 

Ia berharap kali ini benar-benar ada realisasi, bukan hanya janji politik atau sekadar kunjungan seremonial. “Yang dibutuhkan masyarakat Enggano itu pelayanan nyata, bukan kunjungan foto-foto,” ujarnya lugas.

Gubernur Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian memang sejak awal menempatkan program "Bantu Rakyat" sebagai pijakan utama pembangunan. Termasuk untuk wilayah terluar seperti Enggano. 

 

Kategori :