Wakil rakyat dari Dapil Kota Bengkulu itu juga mengingatkan pentingnya mencegah sebelum tragedi lebih besar terjadi. Ia khawatir jika tidak ditangani segera, aksi-aksi kelompok geng motor ini bisa berkembang menjadi kriminalitas yang lebih berbahaya, bahkan berujung kematian.
“Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru kita bergerak. Ini saatnya bertindak cepat. Tangkap anak-anak yang nongkrong tak jelas, razia motor-motor modifikasi, dan kirim mereka untuk dibina,” tegasnya lagi.
BACA JUGA: Gerakan Lunas Pajak Bumi dan Bangunan Gading Cempaka Dapat Apresiasi Walikota
Namun, menurut Teuku, upaya pembinaan juga harus diiringi dengan penegakan hukum yang tegas. Terhadap pelaku yang sudah melakukan tindak pidana, tak ada jalan lain selain memprosesnya sesuai aturan.
“Kalau sudah melukai orang lain, apalagi menggunakan senjata tajam, ya tidak ada kompromi. Harus diproses hukum. Tapi jangan berhenti di sana. Yang belum terseret kasus, itu yang harus cepat dibina,” katanya.
BACA JUGA:Berpacu dengan Waktu, DPRD Provinsi Bengkulu Bahas RPJMD 2025-2030
Ia juga mendorong agar patroli rutin dari pihak kepolisian diperkuat, terutama di titik-titik yang selama ini kerap dijadikan lokasi kumpul-kumpul geng motor. Selain patroli, Teuku menyarankan agar dibuat pos pengaduan warga khusus untuk melaporkan keberadaan geng motor.
Teuku mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Orang tua diminta untuk lebih peduli terhadap pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka. Sekolah juga harus proaktif memantau perubahan perilaku siswa.
BACA JUGA:Kunjungi Enggano, Gubernur Bengkulu Serahkan Bus Sekolah dan Ambulan
“Ini masalah bersama. Kalau tidak kita selesaikan bareng-bareng, Bengkulu bisa kehilangan masa depan generasinya,” ucapnya.