Bagi Edwar, MBG juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa pembangunan manusia tak bisa dilepaskan dari pangan yang sehat.
“Jika gizi anak terjaga, kualitas pendidikan meningkat, dan ekonomi rakyat berputar, maka masa depan Bengkulu akan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Anyelir Puspa Kemala, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional (BGN), menilai MBG sebagai langkah konkret dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan serius di Bengkulu.
“Kita ingin memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar,” ujarnya.
“Anak yang kenyang bukan sekadar tidak lapar, tapi juga punya energi dan konsentrasi untuk belajar lebih baik.”
Anyelir menambahkan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan UMKM lokal. Karena itu, BGN mendorong daerah untuk aktif melakukan edukasi gizi agar masyarakat memahami pentingnya makanan seimbang sejak dini.
“Kita ingin wujudkan Bengkulu yang sehat, cerdas, dan tangguh. MBG adalah langkah awal menuju ke sana,” tegasnya. (wij)