Pemprov Bengkulu juga akan menggelar rapat serupa di seluruh kabupaten untuk menegaskan aturan dan komitmen bersama menjaga kondisi jalan. “Kami tidak mau kerja besar ini sia-sia. Jalan yang sudah dibangun harus dijaga bersama,” tegas Mian.
Dalam kesempatan yang sama, Mian mengumumkan bahwa tahun 2025 ini Kabupaten Bengkulu Utara mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 161 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan.
BACA JUGA:3 Kader Golkar Ini Berpotensi Ganti Posisi Sumardi Sebagai Ketua DPRD Provinsi Bengkulu
“Termasuk proyek yang beririsan dengan Kabupaten Benteng juga kita masukkan. Tahun depan akan kita lanjutkan lagi,” jelasnya.
Dengan anggaran tersebut, Pemprov Bengkulu berharap jalur strategis penghubung antar kabupaten bisa segera tersambung dengan kondisi mantap. Tak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menggerakkan pusat ekonomi baru di kawasan pedesaan.
BACA JUGA:Segera Dicek, DPP Golkar Layangkan Surat PAW Ketua DPRD Provinsi Bengkulu
Pemerintah provinsi menilai pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan pondasi ekonomi daerah. Akses jalan yang baik diyakini menjadi pintu masuk investasi dan percepatan pembangunan kawasan tertinggal.
“Kalau jalan bagus, semua bergerak. Petani senang, pengusaha lancar, pariwisata juga hidup,” tutur Mian.