radarbengkuluonline.id -- Para pembaca yang dimuliakan Allah Swt, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Bahaya Hati yang Jauh dari Allah.
Materi ini ditulis oleh Ustadz Ahmad Sidik, S.Mn. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Nurul Yaqin, Jalan Setia Negara Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib ingin berwasiat kepada diri khatib sendiri dan kepada seluruh jamaah sekalian.
Marilah kita senantiasa berusaha untuk tetap istiqamah dalam menjalankan perintah Allah Ta’ala serta menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Sebab, ketakwaan adalah jalan yang akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
Syekh Abi Bakr Syatta dalam kitabnya Kifayatul Atqiya halaman 21 mengatakan:
Artinya: "Tidaklah seseorang memperoleh kebaikan yang segera maupun yang akan datang kecuali dengan takwa. Dan tidaklah seseorang dapat menolak kejahatan yang segera maupun yang akan datang, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, kecuali dengan takwa. Dan takwa adalah wasiat Allah bagi orang-orang terdahulu dan orang-orang yang akan datang."
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Mari sama-sama kita pahami bahwa takwa itu terbagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah takwa lahir, yaitu dengan melaksanakan perintah-perintah Allah Ta’ala yang tampak secara lahiriah, seperti shalat, puasa, zakat, sedekah, dan berbagai bentuk amalan lainnya.
Termasuk juga menjauhi larangan-larangan Allah Ta’ala, seperti meninggalkan zina, menjauhi minuman beralkohol, meninggalkan judi, korupsi, serta berbagai perbuatan tercela lainnya.
Adapun yang kedua adalah takwa batin. Takwa batin ini adalah upaya menjaga kebersihan dan kesucian hati melalui amalan-amalan hati. Takwa batin mencakup perkara-perkara yang diperintahkan oleh syariat, seperti ikhlas, ridha, sabar, syukur, dan sifat-sifat terpuji lainnya.
Dan ia juga mencakup perkara-perkara yang dilarang oleh syariat. Seperti berburuk sangka, iri, dengki, dendam, dan sifat-sifat tercela lainnya.