RADAR BENGKULU - Dulu, tugas seorang bek sayap sangat sederhana: berlari di garis tepi, melepaskan umpan silang, dan kembali bertahan. Namun, di era sepak bola modern, peran ini telah mengalami transformasi radikal lewat konsep Inverted Wingback.
Dipopulerkan kembali oleh pelatih seperti Pep Guardiola, bek sayap kini sering bergeser ke tengah lapangan saat tim menguasai bola. Strategi ini menciptakan beberapa keuntungan:
Keunggulan Numerik: Menambah jumlah pemain di lini tengah untuk mendominasi penguasaan bola.
Ruang bagi Winger: Memberikan kebebasan bagi penyerang sayap murni untuk berduel satu lawan satu di area lebar.
Pencegahan Serangan Balik: Posisi yang lebih sentral memungkinkan bek untuk langsung memutus transisi lawan di tengah lapangan.
BACA JUGA:5 Komponen Mekanis yang Wajib Diperiksa Saat Cek Unit Kendaraan
Fenomena ini membuktikan bahwa sepak bola semakin cair, di mana posisi di atas kertas hanyalah angka, dan kecerdasan taktikal adalah segalanya.