RADAR BENGKULU - Bagi banyak orang, Ramadhan adalah momen emas untuk menurunkan berat badan. Logikanya sederhana: durasi makan berkurang, otomatis asupan kalori berkurang. Namun, kenyataannya seringkali berbanding terbalik. Bukannya timbangan bergeser ke kiri, setelah sebulan berpuasa, pipi malah makin chubby dan kancing celana mulai sesak.
Mengapa fenomena "puasa tapi tetap gendut" ini terjadi? Mari kita bedah penyebabnya agar Anda tidak terjebak dalam siklus yang sama setiap tahun.
BACA JUGA:Puasa Tanpa Lemas: 5 Persiapan Penting Agar Tubuh Tetap Bugar Sebulan Penuh
1. Jebakan "Balas Dendam" Saat Berbuka
Ini adalah penyebab paling umum. Setelah menahan lapar selama kurang lebih 13 jam, muncul rasa ingin "menghadiahi" diri sendiri secara berlebihan.
Masalah: Mengonsumsi gorengan, kolak, es sirup, dan makanan berat dalam satu waktu.
Faktanya: Kalori dalam sepiring takjil manis dan tiga buah gorengan bisa menyamai satu porsi makan besar. Jika ditambah makan malam berat, total kalori harian Anda justru bisa melampaui hari-hari biasa.
2. Metabolisme yang Melambat
Tubuh manusia sangat pintar beradaptasi. Saat asupan makanan berkurang drastis, tubuh masuk ke dalam mode "bertahan hidup" (starvation mode).
Proses: Metabolisme melambat untuk menghemat energi. Jika saat berbuka Anda langsung menghajar tubuh dengan kalori tinggi, tubuh cenderung menyimpannya sebagai lemak karena ia tidak tahu kapan akan mendapatkan asupan lagi.
3. Kurang Tidur yang Mengacaukan Hormon
Ritme tidur biasanya berantakan karena harus bangun sahur dan tidur lebih malam untuk ibadah. Kurang tidur terbukti secara ilmiah meningkatkan kadar hormon ghrelin (pemicu lapar) dan menurunkan leptin (pemicu kenyang). Akibatnya, seharian Anda akan merasa sangat lapar dan sulit berhenti makan saat waktu berbuka tiba.
4. Sedentary Lifestyle (Kurang Gerak)
Banyak yang menjadikan puasa sebagai alasan untuk "mager" atau malas gerak sepanjang hari. Padahal, tanpa aktivitas fisik, kalori yang masuk tidak akan terbakar. Mengurangi intensitas olahraga boleh saja, namun berhenti total bergerak hanya akan mempercepat penumpukan lemak.