radarbengkuluonline.id, Manna - Jangan anggap remeh kabel yang sudah usang yang masih terpasang di
instalasi listrik rumah. Karena, rawan korsleting listrik. Ini bisa menjadi faktor utama terjadi kebakaran.
Beberapa kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten BS sepanjang awal tahun 2026 menjadi perhatian serius aparat penegak ketertiban dan pemadam kebakaran.
BACA JUGA:Safari Ramadan, Masjid Jamik As Syakirin Dapat Bantuan Pemprov dan Pemkab Kaur
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasat Satpol PP dan Damkar) Efredy Gunawan,S.STP.M.Si menyampaikan, sejak Januari hingga awal Februari 2026 tercatat empat kejadian kebakaran. Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya diduga kuat berawal dari korsleting listrik yang terjadi di rumah masyarakat .
"Faktor ini seharusnya bisa menjadi perhatian serius oleh masyarakat,agar nantinya bisa memperhatikan instalasi listrik yang ada di rumah kita. Apakah sudah seharusnya diganti.Memang membutuhkan biaya, tetapi akibatnya lebih luar biasa,"ujar Efredy.
BACA JUGA:Gubernur Bengkulu Serahkan Bantuan Modal Usaha dan Bantuan Masjid di Manna
Kondisi jaringan listrik di tempat tinggal masing-masing, instalasi yang sudah berusia puluhan tahun, ditambah penggunaan peralatan elektronik yang semakin banyak, berpotensi meningkatkan risiko kebakaran apabila tidak disertai perawatan dan pembaruan instalasi.
Terutama rumah di kawasan pedesaan, masih menggunakan instalasi listrik lama yang telah dipasang lebih dari dua dekade lalu. Dalam kurun waktu tersebut, sebagian kabel maupun perlindungan instalasi jarang diperiksa, apalagi diganti. Kondisi ini membuat kabel rentan aus, retak, atau kehilangan daya tahan terhadap panas.
"Semoga kedepannya hal ini bisa menjadi perhatian masyarakat. Instalasi listrik yang sudah terlalu lama dipakai sangat rawan menimbulkan percikan api. Apalagi jika pelindungnya tidak sesuai standar keselamatan,maka pemicu kebakaran akan semakin besar,"ungkapnya.
Seperti daya listrik rumah tangga yang sering kali tidak sebanding dengan kebutuhan peralatan elektronik modern. Masih banyak rumah tangga yang menggunakan daya listrik 400 watt, padahal jumlah perangkat seperti kulkas, televisi, mesin cuci, hingga charger berbagai gawai terus meningkat.
"Sebagai langkah preventif, saat ini kita Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan berencana menggelar sosialisasi kepada masyarakat. Program ini akan melibatkan petugas pemadam kebakaran serta bekerja sama dengan pihak PLN wilayah Manna. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan edukasi langsung mengenai standar instalasi listrik yang aman, cara mengenali potensi bahaya, serta langkah pencegahan kebakaran sejak dini,"pungkas Efendy.