radarbengkuluonline.id – Memasuki waktu menjelang berbuka puasa, kawasan Kampung Bali, Kota Bengkulu mendadak berubah menjadi pusat hiruk-pukuk perburuan takjil.
Di antara deretan penjual gorengan dan kue tradisional, satu lapak tampak paling mencolok dan dipadati pembeli: Es Jeruk Peras Segar.
BACA JUGA: Koperasi Merah Putih Diharapkan Jadi Motor Ekonomi Masyarakat
Jumat (27/02/2026) sore, aroma harum jeruk yang diperas mendominasi udara di sekitar simpang jalan utama Kampung Bali. Penjual es jeruk di kawasan ini menawarkan kesegaran alami yang sulit ditolak, terutama di tengah cuaca Kota Bengkulu yang cukup terik belakangan ini.
"Setiap hari saya beli di sini. Rasanya beda, benar-benar jeruk asli tanpa pemanis buatan, jadi tenggorokan tidak sakit saat berbuka," ujar Rina, salah seorang warga yang sedang mengantre es jeruk peras kalamansi saat ditemui RADAR BENGKULU, Jumat, 27 Februari 2026.
Bagi para pedagang, bulan Ramadan tahun 2026 ini membawa berkah tersendiri. Husni Fatimah salah seorang penjual es jeruk peras segar yang sudah mangkal sejak pukul 15.30 WIB, mengaku bisa menghabiskan hingga 30 sampai 40 kilogram jeruk dalam sehari. Harganya sangat terjangkau. Mulai dari Rp 5.000 sampai dengan Rp 15.000 per gelasnya.
Bagi Anda yang ingin mencicipi segarnya es jeruk di Kampung Bali, disarankan datang lebih awal sebelum pukul 17.00 WIB agar tidak kehabisan dan terhindar dari puncak kemacetan jelang adzan maghrib.
Penulis Irfan Herdian