3. Hindari Minum Teh atau Kopi Berdekatan dengan Waktu Makan
Tanin dalam teh dan kafein dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan atau segera setelah makan.
Lalu, beri jeda minimal 1–2 jam setelah menyantap makanan utama sebelum menyeruput teh atau kopi. Jika memungkinkan, ganti teh atau kopi dengan air putih, jus buah alami, atau susu fortifikasi zat besi.
4. Pastikan Hidrasi Tubuh Tetap Optimal
Dehidrasi dapat memperparah gejala anemia seperti pusing dan lemas. Tentu saja, kondisi tersebut akan membuat badan lebih cepat lemas dan mengganggu ibadah.
Penuhi kebutuhan cairan dengan strategi "2-4-2": dua gelas saat berbuka, empat gelas antara magrib hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. Hindari minuman bersoda atau berkafein berlebihan yang bersifat diuretik dan berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi.
5. Pilih Menu Berbuka yang Seimbang dan Bergizi
Saat berbuka, hindari hanya mengandalkan makanan manis untuk memulihkan energi. Pastikan asupan juga mencakup sumber protein berkualitas dan sayuran untuk mendukung produksi sel darah merah.
Contoh menu yang ideal disajikan adalah:
- Kurma + air putih + sup ayam dengan sayuran.
- Buah potong + yogurt + kacang almond.
6. Kenali Tanda Bahaya dan Kapan Harus Berhenti