radarbengkuluonline.id, Mukomuko – Pemerintah Kabupaten Mukomuko di bawah komando Bupati Choirul Huda terus melakukan langkah revolusioner dalam upaya transformasi pelayanan kesehatan masyarakat.
Sadar akan tantangan keterbatasan tenaga medis ahli selama ini, Pemkab Mukomuko mengambil kebijakan strategis dengan menyekolahkan putra-putri asli daerah untuk menempuh pendidikan dokter spesialis melalui kerja sama formal dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
BACA JUGA: Dedy Wahyudi Hadiri Pemilihan Ketua Alumni FEB Unib, Dedy: Jabatan adalah Pengabdian
Seperti dikutip dari laman mukomukokab.go.id, langkah berani ini diambil sebagai solusi jangka panjang agar RSUD Mukomuko memiliki kemandirian tenaga spesialis yang mumpuni. Visi besarnya adalah memastikan masyarakat Mukomuko tidak lagi terbebani secara finansial maupun waktu karena harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah atau kota besar hanya untuk mendapatkan layanan medis spesialis.
Sebagai bagian dari komitmen pengawasan mutu pendidikan, tim ahli dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM Yogyakarta melakukan kunjungan lapangan (visitasi) langsung pada hari Senin (9/3/2026). Fokus kunjungan ini adalah meninjau perkembangan klinis para dokter asal Mukomuko yang saat ini tengah mengasah kemampuan di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu .
Pertemuan ini menjadi sangat krusial guna memastikan bahwa para dokter utusan daerah tersebut benar-benar memiliki kesiapan mental, keterampilan teknis, dan kemahiran medis yang sesuai standar tinggi UGM sebelum mereka secara resmi bertugas melayani masyarakat di Kabupaten Mukomuko.
Bupati Mukomuko, Choirul Huda, dalam keterangannya menegaskan bahwa sektor kesehatan adalah pilar utama pembangunan daerah. Baginya, menyekolahkan dokter asli daerah merupakan kebijakan paling tepat guna menjamin keberlanjutan pelayanan kesehatan di RSUD Mukomuko agar tidak lagi bergantung pada tenaga medis luar daerah yang seringkali tidak menetap lama.
“Kesehatan warga adalah prioritas tertinggi kami. Kami sangat berterima kasih kepada pihak UGM yang telah memberikan bimbingan intensif bagi dokter-dokter putra daerah Mukomuko.
Alasan utama kami memilih putra daerah karena mereka memiliki ikatan batin dan emosional yang kuat dengan tanah kelahirannya. Harapan kita, mereka tidak hanya menjadi ahli secara intelektual, tetapi juga tulus melayani keluarga dan tetangganya sendiri di Mukomuko,” ujar Choirul Huda.
Bupati juga memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang harmonis dengan RSUD dr. M. Yunus Bengkulu yang telah berperan aktif membantu mematangkan pengalaman praktik klinis para dokter daerah sebelum melanjutkan studi spesialisasi ke tingkat yang lebih tinggi.
Direktur RSUD dr. M. Yunus Bengkulu, dr. Hari Kurniawan menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah progresif yang diambil Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Ia menilai terobosan ini sebagai contoh nyata kepedulian kepala daerah terhadap nasib kesehatan warganya.
“Kami mendukung penuh program ini. Namun, saya ingin menitipkan pesan yang sangat mendalam kepada para dokter yang sedang disekolahkan: tolong jaga amanah daerah.
Setelah kalian lulus menjadi spesialis nanti, segeralah kembali ke Mukomuko. Jangan pernah berpikir untuk membuka praktik di daerah lain, karena warga di kampung halaman sangat menantikan sentuhan tangan kalian,” pesan dr. Hari.
Ketua Tim Ahli dari UGM, dr. Arif Budianto menjelaskan bahwa pendampingan terhadap program ini bersifat berkelanjutan. Bahkan, ke depan direncanakan akan ada penambahan kuota dokter ahli di bidang lainnya, termasuk spesialisasi saluran kemih (Urologi).
Hal ini diproyeksikan untuk menjadikan RSUD Mukomuko sebagai rumah sakit dengan fasilitas layanan yang semakin canggih dan komplit di Provinsi Bengkulu.
Melalui sinergi tiga pilar utama, Pemerintah Daerah, UGM, dan RSUD dr. M. Yunus, warga Kabupaten Mukomuko kini dapat bernapas lega. Pelayanan dokter spesialis yang dahulu sulit diakses, kini selangkah lagi benar-benar diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Mukomuko demi masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.