Pesparawi Nasional XIV Siap Sukseskan Program Indonesia ASRI
Kick Off Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 -Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta — Rangkaian pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 dimulai dengan Kick Off di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta. Mengusung pesan "Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”, perhelatan akbar ini menggemakan kerukunan dari ufuk timur Indonesia, tepatnya di Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, Menteri Agama Nasaruddin Umar, menyampaikan kekuatan seni musik gerejawi sebagai instrumen pemersatu bangsa. Pesparawi bukan sekadar perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi ruang mempertemukan generasi muda dalam semangat pelayanan, harmoni, dan cinta tanah air.
BACA JUGA: Kalah Tipis dari Thailand, Indonesia Runner Up Pameran Anggrek Internasional
"Nyanyian adalah pemersatu umat. Tadinya kita mungkin berbeda latar belakang, tetapi begitu kita bersama-sama bernyanyi, nyanyian itu menyatukan semuanya. Keindahan Indonesia ini laksana lukisan kontras yang paling mahal dari Tuhan, di mana perbedaan warna-warni di dalamnya merajut satu kebersamaan yang sangat indah. Mari kita rawat indahnya perbedaan ini melalui harmoni suara pujian," ujar Menag, Selasa (2/6/2026).
Sedangkan Pesparawi Nasional XIV tahun ini membawa semangat mendukung program Indonesia ASRI melalui pendekatan Ekoteologi. Bernyanyi memuliakan Tuhan kini diselaraskan secara konkrit dengan tanggung jawab menjaga bumi sebagai ciptaan-Nya.
Melalui gerakan ini, Kemenag menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah wujud nyata dari refleksi iman kepada Tuhan. Seluruh elemen yang terlibat dalam Pesparawi 2026, mulai dari panitia hingga ribuan kontingen, diwajibkan melakukan aksi nyata seperti membawa botol minum sendiri (tumbler) untuk mengurangi sampah plastik, melakukan penanaman pohon di area strategis, serta menjaga kebersihan selama perhelatan berlangsung di Tanah Papua.
Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, harmoni suara dalam Pesparawi harus berbanding lurus dengan harmoni terhadap alam dan sesama manusia.
"Bagi kami, Pesparawi adalah instrumen penguatan mental, spiritual, dan wahana mempererat persaudaraan umat, sekaligus menjadi etalase indahnya moderasi beragama di Indonesia. Melalui alunan nada dan harmoni, kita ingin mengetuk hati seluruh anak bangsa bahwa perbedaan jika dirajut dengan cinta akan melahirkan simfoni yang indah bagi Indonesia," jelas Jeane Marie Tulung.
Untuk rangkaian utama Pesparawi ke-14 dilaksanakan pada 18-28 Juni 2026, dan diperkirakan akan memobilisasi lebih dari 8.000 partisipan resmi yang terdiri dari kontingen 38 provinsi di seluruh Indonesia untuk berkompetisi secara sportif dalam 12 kategori lomba.
Pemerintah Provinsi Papua Barat selaku tuan rumah menyatakan kesiapan mereka untuk menyambut kedatangan puluhan ribu tamu dan penggembira dari seluruh penjuru nusantara. Penataan kota, kesiapan venue, akomodasi, hingga jaminan keamanan berlapis telah dikoordinasikan secara matang.
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani Sirua, menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat di Papua Barat menyambut mandat nasional ini dengan tangan terbuka dan penuh kedamaian.
"Atas nama seluruh masyarakat Papua Barat, kami menyambut dengan sukacita, antusias, dan siap untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV. Kota Manokwari adalah tempat yang aman dan nyaman bagi semua tamu. Datang dengan senang, kembali pun dengan membawa senyum kebahagiaan," tegas Wagub Papua Barat.
Kick off Pesparawi 2026 ditandai dengan penabuhan alat musik tradisional Tifa bersama-sama di atas panggung oleh Menteri Agama, Dirjen Bimas Kristen, Wakil Gubernur Papua Barat, dan jajaran Panitia Nasional sebagai tanda dimulainya harmoni Pesparawi XIV tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
