Program Makan Bergizi Gratis Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Program Makan Bergizi Gratis  Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung penguatan pada sektor pangan.-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Nganjuk - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penggerak baru ekonomi desa dengan menciptakan perputaran uang hingga Rp 10,8 miliar per tahun di setiap desa.

Seperti dikutip dari laman harian disway, menurutnya, angka perputaran ekonomi tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan alokasi dana desa yang sebelumnya rata-rata berada di kisaran Rp 1 miliar.

BACA JUGA:Kemenag Siapkan Sidang Isbat, Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026



Pernyataan itu disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026. Ia menilai dampak dari MBG tidak hanya menyasar pada pemenuhan gizi masyarakat semata, melainkan juga menghidupkan rantai ekonomi desa. Itu mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal.

“Kita bikin MBG. Mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara merinci hitungan potensi perputaran ekonomi dari pelaksanaan MBG di tingkat desa. Dengan asumsi terdapat 3.000 penerima manfaat dan nilai Rp 15 ribu per porsi, maka uang yang beredar setiap hari di satu desa dapat mencapai Rp 45 juta. “Rp15.000 kali 3.000, Rp45 juta tiap hari,” katanya. 

Prabowo lebih lanjut menjelaskan, jika hitungan tersebut dikalikan selama 20 hari dalam satu bulan, maka total uang yang beredar mencapai sekitar Rp 900 juta per bulan, atau menyentuh Rp 10,8 miliar dalam setahun.

"Sebelum ada MBG, kita kirim Rp 1 miliar dana desa. Dengan MBG, kita tambah sekitar Rp 10 miliar,” ungkapnya.

Kata Presiden Prabowo, perputaran ekonomi tersebut akan langsung dirasakan oleh masyarakat desa secara nyata karena seluruh kebutuhan bahan pangan dipasok langsung dari lingkungan sekitar. 
 
Skema ini dinilai mampu memangkas biaya logistik secara signifikan karena pasar bagi para produsen lokal telah tersedia langsung di desa masing-masing.

“Dan kita bisa memangkas biaya logistik. Tidak perlu jauh-jauh ke pasar, karena pasarnya ada di desa sendiri. Ini adalah dampak dari MBG. Sekian ratus triliun akan beredar di desa-desa, kelurahan, kabupaten, ratusan triliun,” jelas Presiden Prabowo.

Ia menegaskan bahwa kombinasi antara Program MBG dengan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi fondasi kokoh bagi kebangkitan ekonomi nasional yang berbasis pada kerakyatan. Ke depan, para kepala desa hingga bupati diproyeksikan akan semakin merasakan dampak positif dari integrasi program ini.

Walaupun demikian, Presiden Prabowo mengakui bahwa pelaksanaan program berskala besar seperti ini tentu menghadapi berbagai tantangan serta persoalan di lapangan yang harus terus dibenahi. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan peringatan keras kepada seluruh unsur pemerintahan agar senantiasa menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikan.

“Pemerintahan saya tidak ragu-ragu. Siapa pun yang melanggar, menyimpang, dan menyalahgunakan kewenangan akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” pungkas Prabowo.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: