Oleh:Ranianda Natasya Brilla (Mahasiswa S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu)
Radar Bengkulu online - Saya sering berada dalam suatu momen ketika sedang berkumpul bersama teman-teman, lalu pembicaraan kami dipenuhi dengan tren TikTok yang sedang viral. Kami membahas lagu yang sedang populer, dance yang ramai ditiru, hingga kosa kata baru yang sedang trending di media sosial. Saat ini, tidak sedikit generasi muda yang rela mengikuti gaya hidup tertentu hanya demi terlihat sama seperti yang ada di media sosial. Mulai dari membeli barang yang sedang viral, datang ke tempat populer, hingga mengikuti konten tertentu dilakukan demi mendapatkan pengakuan sosial. Bahkan, ada yang merasa minder ketika tidak mampu mengikuti gaya hidup yang sedang ramai diperlihatkan di internet.
Menurut saya, kondisi ini cukup memprihatinkan, kenapa? karena media sosial perlahan membuat anak muda semakin sulit menjadi diri sendiri. Banyak orang lebih sibuk mengikuti standar kehidupan orang lain dibandingkan memahami kemampuan dan kebutuhan dirinya sendiri. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan kehidupan nyata sesungguhnya secara keseluruhan.
FOMO juga bisa sangat memengaruhi kesehatan mental generasi muda. Perasaan cemas, takut tertinggal, hingga tekanan untuk selalu mengikuti tren dapat membuat seseorang mudah merasa tidak percaya diri., dan penggunaan media sosial di Indonesia juga terus meningkat dan mayoritas penggunanya berasal dari usia muda. Tingginya penggunaan media sosial tentu membuat paparan terhadap tren digital juga semakin besar.
Namun, saya melihat bahwa media sosial memang memiliki banyak manfaat dalam penyebaran informasi dan hiburan. Namun, pengguna tetap perlu memiliki kesadaran dalam menggunakan media sosial secara bijak. Anak muda harus memahami bahwa setiap orang memiliki kondisi hidup yang berbeda dan tidak semua hal di media sosial harus diikuti.
Pada akhirnya, saya tidak menolak perkembangan tren TikTok dan media sosial. Saya juga menikmati berbagai hiburan dan tren yang ada di dalamnya. Namun, menurut saya, anak muda tetap harus memiliki kesadaran untuk mengenal diri mereka lebih menghargai dirinya sendiri tanpa harus selalu membandingkan kehidupan dengan orang lain di internet, media sosial seharusnya menjadi sarana hiburan dan informasi, bukan tempat membuat seseorang kehilangan jati diri. Mengikuti perkembangan zaman memang penting, tetapi menjadi diri sendiri jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren agar terlihat sama dengan orang lain. Generasi muda perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terjebak dalam tekanan FOMO yang semakin berkembang di kehidupan digital saat ini.