TikTok Viral, Budaya Lokal Mulai Dilupakan

TikTok Viral, Budaya Lokal Mulai Dilupakan

TikTok Viral, Budaya Lokal Mulai Dilupakan-Poto ilustrasi-

 

Oleh: Agia Meylani Putri

Mahasiswa S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu

 

Radar Bengkulu online - Saya pernah berada dalam satu momen ketika sedang berkumpul bersama teman-teman, lalu pembicaraan kami dipenuhi dengan tren TikTok yang sedang viral. Kami membahas lagu populer, tarian yang ramai digunakan, hingga istilah-istilah baru yang sedang trending di media sosial. Anehnya, ketika obrolan mulai mengarah pada budaya daerah Bengkulu, suasana justru menjadi lebih sepi. Tidak banyak yang benar-benar mengetahui tradisi, bahasa daerah, atau kesenian lokal Bengkulu. Dari situ saya mulai sadar bahwa anak muda saat ini lebih dekat dengan tren media sosial dibandingkan budaya daerahnya sendiri.

 

Saat ini, TikTok memang menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Hampir setiap hari muncul tren baru yang dengan cepat diikuti banyak orang. Media sosial membuat informasi dan hiburan menyebar dengan sangat mudah. Berdasarkan laporan DataReportal Indonesia, penggunaan media sosial di Indonesia terus meningkat dan mayoritas penggunanya berasal dari kalangan usia muda. TikTok juga menjadi salah satu platform yang paling sering digunakan oleh generasi muda untuk mencari hiburan maupun mengikuti tren.

 

Sebagai anak muda, saya juga mengikuti perkembangan tren di TikTok. Saya mengetahui berbagai konten viral, lagu populer, hingga gaya bahasa yang sedang ramai digunakan. Menurut saya, mengikuti perkembangan media sosial bukan sesuatu yang salah. Teknologi memang menjadi bagian dari kehidupan modern yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari.

 

Namun, saya merasa bahwa anak muda tetap perlu mengenal budaya daerahnya sendiri. Saat ini, banyak generasi muda yang lebih hafal gerakan tarian TikTok dibandingkan tarian daerah. Tidak sedikit juga yang lebih memahami bahasa gaul internet daripada bahasa daerah Bengkulu. Jika kondisi seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin budaya lokal akan perlahan dilupakan oleh generasinya sendiri.

 

Padahal, Bengkulu memiliki banyak budaya yang patut dikenal dan dibanggakan. Mulai dari tradisi Tabot, Tari Andun, bahasa daerah, hingga makanan khas seperti pendap yang menjadi identitas masyarakat Bengkulu. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, budaya daerah merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Sayangnya, budaya daerah sering dianggap kurang menarik dibandingkan budaya populer yang ada di media sosial. Akibatnya, minat generasi muda untuk mempelajari budaya lokal semakin berkurang.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: