Kacimuih, Jajanan Tradisional Minang yang Mulai Langka

Senin 28-09-2026,07:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Editor : Azmaliar Zaros

radarbengkuluonline.id, Padang --  Di tengah banyaknya kuliner khas Sumatera Barat yang dikenal luas, kacimuih menjadi salah satu jajanan tradisional yang menyimpan cita rasa khas sekaligus cerita tentang kekayaan kuliner Minangkabau.

 

Jajanan berbahan singkong yang diparut ini memadukan kelapa parut dengan taburan gula yang memberikan perpaduan rasa gurih dan manis.

BACA JUGA:Sugiono Ungkap 4 Prioritas, Indonesia Incar Kursi DK PBB 2029–2030

 


Seperti dikutip dari laman sumbar.disway.id, Sumatera Barat memang dikenal sebagai surga kuliner yang menyajikan hidangan lezat dan kaya akan cita rasa. Meskipun rendang mendominasi panggung kuliner internasional sebagai masakan yang paling terkenal dari daerah ini, tetapi kekayaan kuliner Sumatera Barat tidak berhenti di sana. Masih banyak sejumlah kuliner di Padang  yang sama-sama menggoda selera dan tak kalah nikmatnya.



Walaupun kuliner khas Sumatera Barat seringkali memiliki rasa yang cukup pedas, pengunjung tetap bisa menemukan makanan atau aneka kuliner lainnya yang memanjakan lidah dengan kelembutan rasa manis. 
Sejumlah kudapan tersebut antara lain seperti lompong sagu, lupis sipuluik, adalah beberapa jenis jajanan pasar khas provinsi yang memiliki ibukota di Padang ini.



Di samping makanan tersebut, terdapat satu jajanan pasar yang menjadi kuliner khas yang tak boleh terlewatkan, yaitu kacimuih. Kacimuih terbuat dari singkong yang dicampur dengan kelapa parut serta taburan gula di atasnya. Ada dua pilihan taburan gula dalam kudapan ini, yakni gula putih dan gula merah yang bisa dipilih sesuai selera.



Kacimuih Punya Perpaduan Rasa Gurih dan Manis
Jajanan kacimuih memiliki cita rasa yang gurih dan manis. Rasa gurih berasal dari singkong yang direbus hingga matang dan empuk. Rasa manis berasal dari gula pasir yang ditaburkan di atasnya. Ketika digigit, kacimuih memiliki tekstur yang lembut dan halus di bagian dalamnya.



Namun, di bagian luarnya, kacimuih memiliki tekstur yang renyah. Sensasi menikmati tekstur yang renyah saat berada di mulut menjadikan menikmati kue yang satu ini terasa begitu menyenangkan. 
Kacimuih juga bisa menjadi solusi mengganjal perut yang lapar karena berbahan dasar singkong, sehingga cukup mengenyangkan.



Walaupun terbuat dari bahan yang sederhana, ternyata kacimuih memiliki kandungan gizi yang bermanfaat jika tidak dikonsumsi secara berlebihan. Singkong merupakan sumber karbohidrat yang baik. 
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Kelapa parut merupakan sumber lemak yang baik. Lemak merupakan sumber energi yang penting bagi tubuh.



Kacimuih memiliki kesamaan dengan beberapa kue tradisional lain. Seperti ancemon atau ketimus yang umumnya dapat dijumpai di daerah Betawi. Namun, kacimuih memiliki keunikannya tersendiri karena memiliki cita rasa khas yang mewakili keanekaragaman kuliner Sumatera Barat.


Jajanan Tradisional Minang yang Mulai Langka
Bagi kalangan orang Minangkabau yang lahir di tahun 1980-an, jajanan kacimuih sangat akrab di telinga. Dulu, orang yang menjual kacimuih bisa dengan sangat mudah dijumpai di berbagai tempat. Mulai dari pasar tradisional, warung-warung kaki lima, hingga kantin sekolah. Namun, seiring berjalannya waktu, jajanan ini mulai langka di pasaran.



Ada beberapa faktor yang menyebabkan kelangkaan kacimuih. Salah satu faktornya adalah perubahan tren kuliner. Masyarakat Indonesia saat ini lebih menyukai jajanan modern yang memiliki cita rasa yang lebih beragam.



Kemudian dari itu, generasi muda juga semakin jarang mengonsumsi kacimuih karena mereka banyak makanan cepat saji. Meskipun langka, kacimuih masih dapat ditemukan di beberapa pasar tradisional di Sumatrea Barat. Biasanya, kacimuih dijual oleh pedagang kaki lima dengan harga yang cukup terjangkau.

Kategori :