Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah
Isti’adzah yang keempat, yang terakhir, adalah berlindung dari “doa yang tidak didengar”. Artinya, bukannya Allah tidak mendengar doa kita—karena Allah Maha Mendengar, Allah mendengar segala sesuatu—yang dimaksud di sini adalah Allah tidak mengabulkan doa kita.
Kalau doa tidak dikabulkan, dipastikan ada rasa kecewa dalam diri seseorang. Sebaliknya, jika doanya dikabulkan, tentu akan merasa senang. Lantas, apakah penyebab doa tidak diterima Allah?
Jawabannya adalah tiga hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, sebab harta yang diperoleh dari cara yang haram. Kedua, sebab melakukan kezaliman kepada orang lain. Ketiga, sebab lalai atau tidak yakin saat berdoa. Karena itu, tiga hal ini harus diperhatikan dengan saksama. Jangan sekadar membaca doa, melainkan juga harus menjauhi sebab-sebab yang membuat doa tersebut tidak dikabulkan.
Ma’syiral Muslimin Rahimakumullah
Demikian inilah empat isti’adzah atau permohonan perlindungan kepada Allah, yang dilakukan oleh Nabi SAW supaya dihindarkan darinya.
Jika kita perhatikan dari urutan hadis di atas, kita dapat menyimpulkannya bahwa; ilmu yang tidak bermanfaat akan melahirkan hati yang tidak khusyuk; hati yang tidak khusyuk akan menumbuhkan jiwa yang rakus; dan jiwa yang rakus akan menghalangi terkabulnya doa.
Demikianlah yang bisa khatib sampaikan. Semoga ilmu kita bermanfaat, hati kita khusyuk, jiwa kita qana’ah, dan doa kita diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT. Amin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ