Waspada, Ini Risiko Uji Keaslian Emas yang Justru Bisa Merusak Nilainya

Waspada, Ini Risiko Uji Keaslian Emas yang Justru Bisa Merusak Nilainya

Waspada, Ini Risiko Uji Keaslian Emas yang Justru Bisa Merusak Nilainya-Poto ilustrasi-

RADAR BENGKULU - Menguji keaslian emas memang penting untuk memastikan investasi aman. Namun, tidak semua metode uji aman dilakukan sembarangan. Sejumlah cara pengecekan yang keliru justru berisiko merusak fisik emas dan menurunkan nilai jualnya, terutama untuk emas batangan bersertifikat.

Pengamat logam mulia mengingatkan, masyarakat perlu memahami batasan uji emas rumahan agar tidak menimbulkan kerugian yang tidak perlu.

Uji Gosok Berlebihan Bisa Merusak Permukaan

BACA JUGA:Jangan Tertipu, Ini Perbedaan Ciri Emas Asli dan Emas Palsu yang Perlu Diketahui

Menggosok emas terlalu keras ke permukaan kasar, seperti keramik atau batu, dapat meninggalkan goresan permanen. Pada emas batangan, goresan ini bisa menurunkan nilai jual, meskipun emas tersebut asli.

Uji Kimia Berisiko Tinggi

Penggunaan cairan kimia, seperti cairan asam tertentu, sangat berisiko jika tidak dilakukan oleh tenaga profesional. Selain dapat merusak permukaan emas, cairan kimia juga bisa menghilangkan lapisan pelindung dan membuat emas tampak kusam.

Membuka Segel Kemasan Emas Batangan

Banyak orang tergoda membuka segel kemasan emas untuk mengecek keasliannya. Padahal, kemasan tersegel merupakan bagian dari nilai emas batangan. Jika segel rusak atau terbuka, harga jual kembali biasanya turun, meskipun emas tetap asli.

Uji Benturan dan Tekanan

Menjatuhkan emas dari ketinggian atau menekan terlalu kuat dengan harapan mengetahui keaslian sangat tidak disarankan. Cara ini berpotensi mengubah bentuk emas, terutama emas dengan gramasi kecil, sehingga menurunkan nilai estetik dan ekonominya.

Uji Panas atau Api

Menguji emas dengan api atau suhu tinggi sangat berbahaya. Selain berisiko merusak struktur emas, cara ini juga dapat menyebabkan perubahan warna dan membahayakan keselamatan diri.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: