Dekat Masjid Tetapi Jauh Dari Panggilan Allah SWT
Ahmad Sidik, S.Mn-Adam-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id -- Para pembaca rahimakumullah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya, Dekat Masjid Tetapi Jauh Dari Panggilan Allah SWT.
Materi ini ditulis oleh Ustadz Ahmad Sidik, S.Mn. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Masjid Nurul Yaqin, Jalan Setia Negara Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Di atas mimbar ini saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benarnya takwa.
Takwa yang menghadirkan rasa takut kepada-Nya saat sepi maupun ramai, saat lapang maupun sempit. Karena hanya bekal takwa yang akan menerangi alam kubur kita, meringankan hisab kita, dan menyelamatkan kita pada hari ketika tidak ada perlindungan selain perlindungan Allah.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah...
Hari ini saya ingin mengajak diri saya dan jamaah sekalian merenungkan sebuah kenyataan yang sering kita lihat setiap hari, masjid berdiri megah di tengah kampung, menaranya menjulang, lampunya menyala terang, karpetnya bersih, dan pengeras suaranya mengumandangkan adzan lima kali sehari.
Namun betapa menyedihkan ketika adzan berkumandang, banyak rumah yang justru tetap tertutup, banyak orang tetap duduk di depan televisi, banyak yang tetap asyik dengan telepon genggamnya, banyak yang tetap bercengkerama di warung-warung.
Padahal jarak rumah mereka dengan masjid hanya beberapa langkah saja, bahkan ada yang jika pintunya dibuka, kubah masjid terlihat jelas di depan mata, jika jendelanya dibuka, suara adzan terdengar begitu nyata, tetapi kaki terasa berat untuk melangkah menuju rumah Allah.
Seandainya yang memanggil adalah seorang pejabat, mungkin kita akan segera datang, seandainya yang memanggil adalah orang kaya yang hendak memberi hadiah, mungkin kita akan berlari tanpa menunggu lama. Tetapi ketika Allah Yang Maha Kaya memanggil lima kali sehari, justru banyak di antara kita yang menundanya. Betapa keras hati ini jika panggilan Allah kalah oleh urusan dunia.
Artinya: "Di rumah-rumah (masjid) yang diperintahkan Allah untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang." (QS. An-Nur: 36)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah...
Masjid bukan sekadar bangunan, masjid adalah rumah Allah, tempat para hamba mengadukan kesedihan, tempat air mata taubat ditumpahkan, tempat dosa-dosa berguguran, tempat hati yang gelisah menemukan ketenangan, dan empat seorang hamba paling dekat dengan rahmat Rabbnya.
Artinya: "Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir." (QS. At-Taubah: 18)
Ayat ini seakan bertanya kepada kita: sudahkah kita memakmurkan masjid, sudahkah anak-anak kita mengenal masjid, sudahkah hati kita merindukan adzan, ataukah selama ini kita hanya menjadi tetangga masjid, tetapi bukan jamaah masjid?
Pernahkah kita membayangkan, berapa ribu kali adzan telah kita dengar sejak baligh, berapa ribu kali Allah memanggil kita menuju keberuntungan, berapa ribu kali pintu rahmat dibuka untuk kita, dan berapa kali pula kita memilih tetap duduk di rumah?
Betapa menyedihkan jika umur kita telah mencapai empat puluh, lima puluh, bahkan enam puluh tahun, tetapi masjid lebih sering melihat wajah orang lain daripada wajah kita.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah...
Rasulullah ? bersabda:
Artinya: "Salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan saudaraku, Allah menawarkan pahala berlipat-lipat, tetapi kita sering memilih kehilangan kesempatan itu.
Rasulullah ? juga bersabda:
Artinya: "Barang siapa pergi ke masjid pada pagi atau petang hari, Allah menyediakan tempat baginya di surga setiap kali ia pergi dan pulang." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits di atas menjelaskan bahwa: Setiap langkah menuju masjid sedang membangun tempat tinggal di surga, namun betapa banyak kaki yang lebih rajin menuju pasar daripada menuju masjid, lebih ringan menuju tempat usaha daripada menuju rumah Allah, padahal umur terus berkurang, rambut terus memutih, tubuh terus melemah, dan kematian terus mendekat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
