Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu Memanas dan Diwarnai Walk Out
Gubernur Absen Rapat Paripurna, Anggota Dewan Walk Out-Ist-
“Kalau DPRD dilibatkan, tentu kita bisa menyampaikan langsung keluhan rakyat. Sekarang, fungsi pengawasan dan penganggaran kami seperti tidak dianggap,” katanya lagi dengan nada kecewa.
Tidak hanya Susman. Anggota DPRD lainnya, Herwan Suberhani, juga angkat bicara. Politikus Gerindra itu menyuarakan isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin meresahkan masyarakat.
“Masyarakat sudah berkali-kali tanya, kapan BBM ini lancar kembali? Tapi pemerintah daerah seperti tutup telinga. Karena itu saya mengajak fraksi kami untuk walk out,” ucap Herwan dengan wajah serius.
Fraksi-fraksi besar pun satu per satu ikut menarik diri. Fraksi Golkar dan Fraksi Nasdem tampak meninggalkan ruang sidang menyusul Gerindra. Yang tersisa hanya Fraksi PDI Perjuangan, PAN, serta Fraksi Kebangkitan dan Keadilan.
Sementara itu, Usin Sembiring, anggota DPRD lainnya, menegaskan bahwa ketidakhadiran gubernur juga melanggar tata tertib sidang.
“Yang seharusnya menyampaikan adalah Gubernur, bukan Wakil. Ini pelanggaran prosedural,” tegas Usin sebelum ikut walk out.
Menanggapi hujan kritik tersebut, Wakil Gubernur Mian tampak tenang. Ia mengatakan seluruh dinamika yang terjadi dalam sidang akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Provinsi.
“Saya akan sampaikan semua ini kepada Pak Gubernur. Kita jadikan masukan berharga untuk perbaikan ke depan,” kata Mian saat dikonfirmasi usai rapat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
