Makan Enak dan Hemat, Menu Bening Bihun ala Anak Kos Ini Cuma Modal Rp 20 Ribu

Makan Enak dan Hemat, Menu Bening Bihun ala Anak Kos Ini Cuma Modal Rp 20 Ribu

Makan Enak dan Hemat, Menu Bening Bihun ala Anak Kos Ini Cuma Modal Rp 20 Ribu-Muharrom Afdoli-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id  – Memasuki waktu berbuka puasa, urusan menu sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para perantau, terutama mahasiswa. Namun, seorang anak kos di Bengkulu bernama Zakyanesa punya solusi jitu bagi mereka yang ingin makan enak tanpa harus menguras kantong.


Zakyanesa membagikan resep andalannya, yaitu Bening Bihun Simple, yang diklaim sangat ramah di dompet namun tetap menggugah selera.

BACA JUGA:Tamu Wajib Lapor 1 X 24 Jam Kembali Diaktifkan di Kota Bengkulu


Zakyanesa mengungkapkan bahwa seluruh bahan untuk menu ini ia dapatkan dengan harga yang sangat terjangkau.


"Menu simple ini enggak sampai 20 ribu belanja di Pasar Panorama. Murah meriah pokoknya. Gampang juga bikinnya," ungkap Zaky saat ditemui RADAR BENGKULU di kediamannya pada Senin (23/02/2026).


Dengan anggaran di bawah Rp 20.000, ia sudah bisa mendapatkan bahan-bahan utama seperti bihun jagung, bumbu dapur (bawang merah, bawang putih, merica), serta tambahan sayuran hijau dan bakso kecil sebagai pelengkap.


Proses pembuatan yang cepat menjadi alasan utama menu ini menjadi favorit adalah cara pembuatannya yang tidak memakan waktu lama—cocok bagi anak kos yang baru pulang kuliah atau bekerja menjelang magrib.

Langkah-langkah pembuatannya sangat sederhana:
Menyiapkan Bumbu: Cukup iris tipis bawang merah dan bawang putih, lalu tumis hingga harum.
Merebus Air: Masukkan tumisan bumbu ke dalam panci berisi air mendidih.


Memasukkan Bahan: Tambahkan garam, kaldu bubuk, merica, dan bakso. Setelah itu, masukkan sayuran hingga layu.


Tahap Akhir: Masukkan bihun yang sudah direndam air hangat sebelumnya. Aduk sebentar, angkat, dan sajikan selagi hangat.


Menu Bening Bihun ini tidak hanya memberikan rasa hangat yang nyaman di perut setelah seharian berpuasa, tetapi juga menjadi bukti bahwa hidup hemat di perantauan tetap bisa dinikmati dengan makanan yang layak dan bergizi.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: