Puskesmas Pondok Suguh Tutup Sementara
Tiga Dokter Diisolasi
RBO >>> PONDOK SUGUH >>> Pelayanan di Puskesmas Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, terpaksa ditutup sementara. Hal tersebut lantaran adanya satu orang perempuan berinisial SY (55), warga Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh dinyatakan positif terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil pemeriksaan sampel swab di rumah sakit di Kota Bengkulu.
Camat Pondok Suguh, Abdul Hadi, S.Sos, saat dikonfirmasi membenarkan adanya satu orang warga Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh, positif Covid-19. Hingga saat ini warga yang positif tersebut sedang menjalani perawatan di Bengkulu. Pasien positif tersebut dengan diagnosa, hipertesis, ginjal, gula, dan paru-paru. "Ya, memang ada satu orang warga di kecamatan kita positif Covid-19. Tetapi sekarang yang bersangkutan sudah dirawat di rumah sakit di Kota Bengkulu," ungkapnya saat dikonfirmasi radarbengkuluonline.com melalui telepon seluler Minggu,(13/9).
Untuk sementara ini, lanjut Abdul Hadi, pelayanan di Puskesmas Pondok Suguh diberhentikan sementara. Sebab, pada tanggal 1 September 2020 lalu, pasien tersebut dirawat di Puskesmas. Kemudian tanggal 2 September pasien dirujuk ke rumah Sakit Kota Bengkulu. Untuk menghindari adanya penularan lain, seluruh petugas dan dokter di Puskesmas menjalani masa isolasi mendiri di rumahnya masing-masing.
"Di Puskesmas Pondok Suguh ada tiga orang dokter umum. Informasinya mereka ikut merawat SY sebelum dirujuk ke Bengkulu. Sekarang tiga orang dokter itu harus menjalani masa isolasi. Demikian juga dengan karyawan lain yang ada di Puskesmas juga menjalani masa isolasi. Dan pelayanan di puskesmas distop sementara," jelas Andul Hadi.
Lanjutnya, untuk keluarga dekat SY seperti anak-anaknya yang pernah bersentuhan dengan SY dalam satu minggu terakhir juga diminta mengisolasikan diri. Selain dari itu, pihaknya dari Kecamatan juga minta gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Desa Tunggang untuk melakukan penyemprotan. "Petugas Covid-19 yang ada di Kecamatan, dan di Desa akan bergerak melakukan pencegahan. Seperti penyemprotan disinfektan di rumah SY, di Puskesmas, dan upaya pencegahan lain sebagainya," demikian Abdul Hadi.(ide)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber:
- Share: /*props */?> /*google ads */?> /*amp advernative */?>
- 1 Perhiptani Mukomuko Sambut Antusias Rencana Penyuluh Pertanian Ditarik Pusat, Jadi Pegawai Kementan
- 2 Perbandingan Mobil Toyota Rush Bekas vs Honda BR-V Baru: Mana yang Lebih Worth It?
- 3 Perbandingan Mobil Daihatsu Sigra vs Honda City Hatchback
- 4 PTBI 2024: Bank Indonesia Soroti Tantangan Ekonomi Global dan Proyeksi Pertumbuhan Nasional
- 5 Pertemuan Tahunan Bank Indonesia: Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional
- 1 Perhiptani Mukomuko Sambut Antusias Rencana Penyuluh Pertanian Ditarik Pusat, Jadi Pegawai Kementan
- 2 Perbandingan Mobil Toyota Rush Bekas vs Honda BR-V Baru: Mana yang Lebih Worth It?
- 3 Perbandingan Mobil Daihatsu Sigra vs Honda City Hatchback
- 4 PTBI 2024: Bank Indonesia Soroti Tantangan Ekonomi Global dan Proyeksi Pertumbuhan Nasional
- 5 Pertemuan Tahunan Bank Indonesia: Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional