Diduga, Cipratan Air Lumpur Membawa Maut

Diduga, Cipratan Air Lumpur Membawa Maut

Zasli, warga Desa Kinal Jaya terbaring di rumah sakit-Berlian-

 

 
NAPAL PUTIH, RADARBENGKULU.DISWAY.ID - Nasib nahas dialami Zasli, warga Desa Kinal Jaya, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara. Kenapa tidak, Diduga masalah sepele, dirinya meregang nyawa setelah mendapat tusukan di pinggang sebelah kiri dari terduga pelaku inisial RD (49), warga Kecamatan Pinang Raya, Bengkulu Utara.
 
Dari data yang dihimpun, kronologi kejadian bermula saat korban yang dari arah Desa Bukit Harapan, Kecamatan Pinang Raya hendak menuju rumahnya di Desa Kinal Jaya. Sekitar pukul 10:00 WIB pagi dijalan berlumpur, tepatnya di Desa Tanjung Muara, korban berpapasan dengan terduga pelaku. Korban yang tidak sengaja melintasi genangan air, hingga terduga pelaku pun terkena cipratan air tersebut. Terduga pelaku yang tidak terima pun langsung berputar balik dan mengejar korban. Dari situlah tindakan penikaman terjadi.
 
 
Saat dikonfirmasi, Kapolres BU AKBP. Andy Pramudya Wardana, S. Ik, MM melalui Kapolsek Ketahun, Iptu. Delia Pria Firmawan STK yang disampaikan Kanit Reskrim Aipda. Juntak membenarkan kejadian tersebut. Beliau mengatakan, motif kejadian penikaman tersebut diduga masalah cipratan air lumpur.
 
"Benar ada kejadian penikaman di desa Tanjung Muara, Kecamatan Pinang Raya sekitar pukul 10.00 wib. Korban warga desa Kinal Jaya, Kecamatan Napal Putih. Untuk motif diduga tidak terima lantaran terduga pelaku kena cipratan air dari motor korban yang menginjak genangan air lumpur," ungka Kanit.
 
 
Ditambah Kanit, pihak nya saat ini masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang telah melarikan diri.
 
"Terduga pelaku saat ini masih dalam pengejaran,  Untuk identitas telah kita ketahui," jelas Kanit Reskrim Aipda Juntak.
 
Terpisah kepala desa Kinal Jaya Sarwandoyo S.Pd saat dihubungi via telpon membenarkan korban adalah warga nya. Kades pun menyayangkan aksi penikaman yang merenggut nyawa warga nya itu. Kades berharap masyarakat dapat lebih bersabar diri dalam menghadapi permasalah.
 
 
"Benar mas itu warga saya. Dia baru jadi warga desa Kinal Jaya, sebelum nya dia orang Serangai, Kecamatan Batik Nau. Pindah ke desa Kinal Jaya sekitar 1 tahun lebih lah. Saya sangat sayangkan aksi penikaman ini. Apa lagi dugaan nya hanya kecipratan air, kan hanya sepele itu. Oleh karena itu kita sama-sama berharap masyarakat dapat lebih sabar menahan emosi yang akhirnya merugikan orang lain dan diri sendiri," jelas Kades. (bri)
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: