Pemda Kepahiang Kunjungi Kediaman Hanisa

Pemda Kepahiang Kunjungi Kediaman Hanisa

Sambangi rumah Hanisa di Desa Cinto Mandi-Ruvi-

 

Sempat Mundur Diri dari Anggota Paskibraka

 

KEPAHIANG, RADARBENGKULU.DISWAY.ID - Pemda Kepahiang, Baznas Kepahiang, dan beberapa OPD lingkungan Pemkap Kepahiang menyambangi kediaman Hanisa Kusmiati (16), pelajar di Desa Cinto Mandi, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang. 

BACA JUGA: Dinas LH Mukomuko Bongkar Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Limbah CPO

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kepahiang, H. Husni Thamrin, SE, saat dikonfirmasi menyampaikan, "Adapun tujuan kami ke kediaman Hanisa Kusmita bersama OPD untuk melihat langsung kediamannya dan memberikan sedikit berupa bantuan uang kepada keluarganya. Memang dia anak yatim itu saja sih," singkatnya.

BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (30)

Perlu diketahui bersama, Hanisa Kusmiati (16), pelajar asal SMA 5 Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, saat ini dirinya sedang mengikuti pelatihan untuk mengibarkan bendera merah putih saat HUT kemerdekaan RI Ke-77 nanti.

BACA JUGA:Lapas Arga Makmur Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Ratu Samban

Ia ditunjuk sebagai pembawa baki bendera merah putih nantinya, namun sebelum akhirnya Hanisa ditunjuk sebagai pembawa baki.  Yang mana beberapa hari kemarin sempat viral beritanya terkait dengan Ia sempat mengundurkan diri saat seleksi anggota Paskibraka beberapa waktu lalu, hal ini karena Hanisa harus menempuh jarak 28 kilometer lebih agar dapat latihan.

"Karena jauh bang, saya tinggal di Desa Cinto Mandi, Kecamatan Bermani Ilir, keluarga saya juga tidak punya sepeda motor untuk latihan. Jadi, kemarin saya harus mengeluarkan ongkos Rp 20 ribu naik angkutan umum," ujarnya Hanisa.

Hanisa yang merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara ini, hanya tinggal bersama ibunya yang bernama Nur Cahya (39). Kedua kakak perempuannya sudah menikah. Selepas dari belajar dari sekolahnya ia membantu ibunya membereskan rumah. "Ayah sudah tidak ada lagi. Ayah sudah meninggal saat umur Nisa 14 tahun. Biasanya ibu sehari-hari berkebun kopi. Kadang ibu juga kerja di kebun orang."(crv)

Sumber: