Yayasan Alumni SMUNSA Kepahiang Dampingi Anak-Anak Terkena Penyakit Thalasemia

 Yayasan Alumni SMUNSA Kepahiang Dampingi   Anak-Anak Terkena Penyakit Thalasemia

Ketua Yayasan Alumni SMUNSA Kabupaten Kepahiang, Fidiant Arthur sedang mengadakan rapat-Ruvi-

 

KEPAHIANG, RADARBENGKULU. - Yayasan Alumni SMUNSA Kabupaten Kepahiang  yang terbentuk secara resmi dan administrasi sejak tahun 2018 memiliki program sangat mulya. Yaitu, berupaya mencegah menularnya penyakit  Tahalesmia pada anak-anak dan pengobatan terhadap anak-anak yang terkena penyakit Thalasemia di Kabupaten Kepahiang.

Ketua Yayasan Alumni SMUNSA Kabupaten Kepahiang, Fidiant Arthur saat diwawancarai RADAR BENGKULU menyampaikan, berdasarkan data yang didapatkan di Kabupaten Kepahiang, sebanyak 14 orang anak terjangkit penyakit Thalasemia.

"Ya, kita dari yayasan bersama anak-anak yang terjangkit Thalesmia dan orang tua menyadari bahaya penyakit Thalisma. Upaya pencegahan dini penyakit thalasemia, salah satu strateginya, dengan memberi edukasi kepada anak-anak. Thalasemia merupakan penyakit kelainan sel darah merah, yang dapat diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak," ujarnya.

Disingung  sudah ada beberapa anak yang tertular penyakit Thalasemia, upaya apa yang dilakukan oleh pihak yayasan, Arthur menanggapi bahwa dari yayasan rutin melakukan pendampingan ringan. Seperti, pengecekan darah secara rutin. Permasalahan tersebut tidak hanya seputar penambahan jumlah penderita, tapi terkait soal biaya yang harus dikeluarkan para penderita setiap kali pengecekan darah membutuhkan biaya cukup besar.

BACA JUGA:Ini Dia Data dan Fakta Unik Nama-Nama Kelurahan di Kota Bengkulu (39)

BACA JUGA:Bank Indonesia Perkenalkan Program RIRU Menarik Investor ke Bengkulu

"Untuk itu, kami dari yayasan berharap kepada pemerintah Kepahiang, mendukung program ini dalam segi anggaran sejak beberapa tahun ini pemerintah menyambut dengan baik dan memberikan kemudahan pada penderita, melalui program Jampeltas, atau melalui Jamkesmas dan Jamkesda. Sehingga, bagi mereka yang akan berobat bisa gratis,"tuturnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua dari anak yang menderita penyakit thalasemia, Sopian Wendi, warga Kelurahan Ujan Mas menyampaikan,  dirinya sangat bersyukur masih ada organisasi atau orang-orang yang peduli terhadap nasib anak-anak mereka. Terutama  mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Alumni SMUNSA Kabupaten Kepahiang yang telah berpartisipasi.

"Kami mengetahui Yona Rahma Ayu, anak kami ini menderita thalasemia semenjak usia 4 bulan hingga kini di usia 13 tahun ruti melakukan transfusi darah pertiga minggu sekali. Artinya membutuhkan biaya cukup besar. Dengan adanya pendampingan yayasan ini, kami sangat terbantu," ungkapnya.

Ia juga mengharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi atau pusat lebih serius membantu penanganan penyakit Thalasemia. ‘’Supaya anak-anak kami bisa sembuh seperti anak-anak lainnya.’’

Sumber: