Gawat! Ini Jumlah Kasus HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu Hingga Akhir November 2024 dan Sejak 2010

Gawat! Ini Jumlah Kasus HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu Hingga Akhir November 2024 dan Sejak 2010

Hingga akhir november tahun 2024, Provinsi Bengkulu mencatat 155 kasus positif HIV/AIDS. Kasus terbanyak ditemukan di Kota Bengkulu dengan 66 kasus-poto ilustrasi-

Ketika ditemukan kasus positif dalam proses skrining, langkah cepat langsung dilakukan. “Kami memberikan pengobatan, pendampingan, dan pengawasan untuk memastikan penderita tidak mengalami stres atau gangguan psikologis yang lebih berat,” tambahnya.

 

Selain itu, Dinkes Bengkulu juga terus meningkatkan jangkauan sosialisasi kepada masyarakat umum. Sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit. Sekaligus, memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan menghindari perilaku berisiko.

Sejak 2010 hingga 2024, Provinsi Bengkulu mencatat 1.092 kasus positif HIV/AIDS. Angka ini menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS terus ada dari waktu ke waktu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menekan angka penyebaran penyakit ini.

“Angka positif HIV/AIDS memang terus ada. Ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih maksimal dalam pencegahan dan penanganan, baik melalui edukasi maupun tindakan medis.” 

Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini, Dinkes Bengkulu mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyebaran HIV/AIDS. 

Ruslian mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku seks bebas dan penyimpangan seksual yang menjadi faktor utama penularan.

“Orang tua juga diharapkan dapat memantau perkembangan anak-anak mereka. Terutama jika menunjukkan tanda-tanda perilaku yang menyimpang.” 

Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus fokus pada upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Dengan kolaborasi berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan lembaga kesehatan, diharapkan angka kasus HIV/AIDS di Bengkulu dapat ditekan.

 

“Semoga melalui momentum Hari AIDS Sedunia ini, kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS semakin meningkat. Sehingga kita bersama-sama dapat mencegah penyebaran penyakit ini di masa depan,” tutur Ruslian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: