Merawat Hati, Menggapai Ridha Ilahi

Dr. Ujang Mahadi M.Si-Adam-radarbengkulu
Amal perbuatan manusia sejatinya adalah refleksi dari kondisi hati. Jika hati dipenuhi keikhlasan, kasih sayang, dan iman, maka akan melahirkan perilaku suka menolong, berkata jujur, dan ringan dalam melakukan ibadah. Sebaliknya, hati yang dipenuhi dgn iri, dengki, dan kesombongan, akan mendorong seseorang pada perbuatan dosa.
4.Hati sebagai Sasaran Utama Setan dalam menggoda manusia
Hati adalah pusat keimanan, niat, dan kesadaran manusia. Karena perannya yang sangat vital dalam kehidupan spiritual, maka hati menjadi sasaran utama setan dalam menyesatkan manusia. Allah telah memperingatkan bahwa setan memiliki misi utama untuk menggoda manusia agar berbuat maksiat:
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
"Iblis berkata, 'Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan (menghalangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus'" (QS. Al-A’raf: 16).
Setan menargetkan hati, karena hati adalah "komando utama" yang mengarahkan tindakan manusia. Jika hati seseorang telah dipengaruhi, maka seluruh amalnya berpotensi menyimpang dari kebenaran.
Setan, memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam celah-celah hati manusia untuk menanamkan was-was, keraguan, dan godaan. Setan mempengaruhi hati agar manusia condong kepada kemaksiatan, kesyirikan, dan meninggalkan ketaatan kepada Allah.
Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah
Setan memiliki berbagai cara untuk menggoda hati manusia:
1. Menanamkan Keraguan terhadap Allah dan Agama
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: radarbengkulu