Hasil Sidang Isbat, Muhammadiyah dan NU Puasa Serentak 1 Maret 2025

Hasil Sidang Isbat, Muhammadiyah dan NU Puasa Serentak 1 Maret 2025

jadwal puasa tahun 2025-Windi-

 “Hasil pemantauan hilal sudah Kita sampaikan dan seperti yang kita ketahui bahwa Telah ditetapkan 1 Maret adalah 1 Rahmadan artinya besok (Hari ini) kita umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa," ungkapnya.

 

Pantai Panjang, lokasi pemantauan hilal, awalnya menunjukkan kondisi cuaca yang cerah. Matahari terbenam dengan warna oranye terang, memberikan harapan bagi tim rukyat untuk melihat hilal. Namun, tiba-tiba gumpalan awan tebal muncul dan menutupi seluruh langit, termasuk matahari yang sedang tenggelam. Hal ini membuat pengamatan hilal menjadi tidak mungkin.

 

Rukyatul hilal merupakan tradisi tahunan yang dilakukan umat Islam untuk menentukan awal bulan Ramadan. Proses ini melibatkan pengamatan langsung terhadap hilal (bulan sabit muda) setelah matahari terbenam. Jika hilal terlihat, maka esok harinya ditetapkan sebagai awal Ramadan. Namun, jika hilal tidak terlihat, bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari.

BACA JUGA:Selain Bubur Sumsum, ternyata 5 Bubur Manis Ini Cocok Jadi Menu Buka Puasa. Ada apa aja ya?

Sidang isbat yang digelar oleh Kemenag pusat menjadi momen penentu. Dalam sidang ini, hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia akan dikumpulkan dan dianalisis. Keputusan akhir akan diumumkan secara nasional, memastikan seluruh umat Islam di Indonesia memulai Ramadan pada hari yang sama.

 

Meskipun hilal tidak terlihat di Bengkulu, proses rukyatul hilal tetap menjadi momen penting yang menunjukkan keseriusan umat Islam dalam menjalankan syariat agama. 

 

“Kondisi awan yang tebal membuat hilal tidak terlihat. Hasil ini akan kami laporkan ke panitia isbat di Jakarta,” jelas Muhammad Abdu.

 

Meskipun cuaca tidak mendukung di Bengkulu, semangat umat Islam untuk menjalankan ibadah Ramadan tetap tinggi. Proses rukyatul hilal yang dilakukan dengan penuh kesungguhan menunjukkan betapa pentingnya momen ini bagi kehidupan beragama di Indonesia. Semoga Ramadan 1446 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan ketakwaan seluruh umat Islam. (Wij)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: