Germline Therapy: Harapan Baru atau Garis Merah Medis?

Germline Therapy: Harapan Baru atau Garis Merah Medis?

Germline Therapy: Harapan Baru atau Garis Merah Medis?-Ist-

 

RADAR BENGKULU - Bayangkan sebuah dunia di mana penyakit genetik turunan seperti fibrosis kistik, anemia sel sabit, atau Huntington tidak lagi diwariskan kepada generasi berikutnya. Itulah janji dari Germline Gene Therapy (GGT). Namun, di balik potensi medisnya yang luar biasa, teknologi ini memicu salah satu debat etika terbesar dalam sejarah umat manusia.

Apa Itu Germline Therapy?

Secara sederhana, Germline Therapy adalah proses modifikasi DNA pada sel-sel reproduksi (sperma, sel telur) atau embrio pada tahap awal perkembangan. Berbeda dengan Somatic Gene Therapy yang hanya memperbaiki sel di tubuh pasien tertentu (seperti sel paru-paru atau darah), perubahan pada germline bersifat permanen.

BACA JUGA:Dadiah: Yogurt Tradisional Minangkabau yang Mendunia

Artinya, setiap perubahan genetik yang dilakukan tidak hanya menyembuhkan individu tersebut, tetapi juga akan diwariskan kepada anak, cucu, dan seluruh keturunan mereka di masa depan.

Mengapa Ini Menjadi Terobosan Besar?

Metode ini menawarkan solusi "sekali untuk selamanya". Berikut adalah beberapa alasan mengapa para ilmuwan terus menelitinya:

Eradikasi Penyakit Turunan: Menghapus gen penyebab penyakit mematikan sebelum bayi lahir.

Efisiensi Jangka Panjang: Secara teori, ini lebih murah dan efektif daripada mengobati penyakit kronis seumur hidup pada setiap generasi.

Teknologi CRISPR-Cas9: Penemuan gunting genetik CRISPR membuat proses pemotongan dan penyisipan DNA menjadi jauh lebih akurat dan terjangkau dibanding satu dekade lalu.

Dilema Etika: Bermain Menjadi Tuhan?

Meskipun terdengar seperti mukjizat medis, Germline Therapy menghadapi penolakan keras dari berbagai kalangan karena beberapa risiko fundamental:

Efek Samping Tak Terduga (Off-target effects): Ilmu pengetahuan belum 100% sempurna. Kesalahan kecil dalam penyuntingan DNA bisa menyebabkan mutasi baru yang berbahaya bagi keturunan di masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: