Teuku Zulkarnain Minta Anak yang Terlibat Geng Motor Dibina di Barak Militer
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain-Windi Junius-Radar Bengkulu
radarbengkuluonline.id – Aksi brutal geng motor di Kota Bengkulu tak hanya membuat publik geram, tapi juga memantik reaksi keras dari kalangan legislatif.
Setelah Polresta Bengkulu menetapkan sembilan remaja sebagai tersangka penyerangan terhadap seorang juru parkir di depan Rumah Sakit DKT, wacana pembinaan ketat bagi anak-anak muda mulai menguat.
BACA JUGA: 10 Ribu Pohon Kelapa akan Ditanam di Sepanjang Pantai Panjang Bengkulu
Salah satu suara lantang datang dari Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnain. Ia menilai maraknya geng motor bukan hanya persoalan kriminalitas, tapi juga cerminan kegagalan sistem pembinaan generasi muda di tingkat daerah.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan polisi. Pemerintah daerah punya tanggung jawab besar dalam membina remaja agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran kekerasan dan kenakalan remaja,” ujar Teuku, Rabu (23/7).
BACA JUGA:Kejati Bengkulu Tahan Bos Batu Bara Provinsi Bengkulu, Totalnya 5 Tersangka
Menurut Teuku, pembinaan bisa dilakukan secara lebih sistematis melalui lembaga-lembaga teknis seperti Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. Ia mendorong agar dua organisasi perangkat daerah (OPD) itu segera menyusun program pembinaan khusus, termasuk menghidupkan kembali pendekatan semi-militer untuk membentuk karakter dan kedisiplinan.
“Pak Gubernur sebelumnya sudah menyuarakan soal pentingnya pembinaan anak muda. Sekarang sudah terbukti, situasi di lapangan makin tidak terkendali. Maka perlu tindakan nyata. Saya sarankan gunakan barak militer yang ada untuk pembinaan karakter anak-anak ini,” tegasnya.
BACA JUGA:Bambang Menegaskan Jika Ada Lurah yang Tidak Bermasyarakat, Sebaiknya Dievaluasi
Ia menambahkan, penggunaan barak bukan untuk menghukum, tapi untuk mengarahkan. Di tempat itu, remaja yang terlibat atau terindikasi akan dibekali kedisiplinan, keterampilan, hingga nilai-nilai kebangsaan.
“Kita bina. Diajarkan disiplin, diberi kegiatan produktif, dan diarahkan agar mereka punya masa depan,” ujar Teuku.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
