Menanti Keberanian Kejari Usut Proyek Gedung Rumah Sakit UNIB Bengkulu
Kejari Bengkulu Usut Proyek Gedung Rumah Sakit UNIB-Ist-
Radar Bengkulu,- Proyek Pembangunan Rumah Sakit/Pendidikan Universitas Bengkulu (Unib) yang diduga Tak Sesuai Spek Pengerjaan dari anggaran hibah dari Saudi Fund for Development (SFD) berlokasi di kawasan Padang Harapan Kota Bengkulu yang beberapa waktu lalu telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, namun sampai Senin (1/9/25) belum ada perkembangannya.
Direktur Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD) Anugerah Wahyu, SH mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini menanti gebrakan nyata keberanian Kejari Bengkulu dalam mengusut tuntas proyek RS UNIB yang diduga bermasalah tersebut.
"Yang jelas kita menunggu ketegasan dan keberanian Ibu Kejari dalam mengusut tuntas proyek RS Unib itu. Sebab dari kajian kita dilapangan banyak sekali ditemukan kejanggalan-kejanggalan dalam pengerjaan proyek itu, yang harus di usut tuntas," tegas Wahyu kepada media ini Senin (1/9).
Selain itu ditambahkan Wahyu, bahwa tim Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD) beberapa waktu lalu juga telah melakukan investigasi ke lapangan sejak awal proyek tersebut dikerjakan, dan dari temuan dilapangan maka penting untuk melakukan pelaporan atas temuan terkait pengerjaan proyek tersebut yang patut diduga ada indikasi tindak pidana korupsi.
Ia juga menyebutkan, bahwa proyek Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Bengkulu (Unib) yang Diduga Tak Sesuai Spek Pengerjaan, Dikerjakan PT. AK Persero Tbk dengan pagu anggaran kontrak kerja sekitar Rp. 178 miliar pembangunan tiga gedung B, C dan D (dari total anggaran yang akan dikucurkan untuk keseluruhan Rp. 300 miliar dari dana hibah SFD).
"Hasil temuan kita dilapangan dalam pengerjaannya sudah tampak banyak yang retak dan tidak sesuai spek teknis. Dan penggalian ke dalaman pondasi gedung juga tak sesuai spek. Dan ini sangat fatal sekali, perlu dilakukan audit secara khusus menyeluruh," ungkapnya.
Selain itu menurut Wahyu, bahwa sebelumnya pada tanggal 14 Februari 2025 Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi, juga pernah meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Bengkulu (RSPTN Unib) dan melakukan seremoni topping off konstruksi gedung di kawasan Padang Harapan, Kota Bengkulu, menargetkan awal April 2025 proyek sudah tuntas dikerjakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
