Pemda Bengkulu Selatan Akan Beri Pendampingan Untuk Pemilik Warem yang Ditertibkan
Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto -Fahmi-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Manna – Pemerintah Daerah Bengkulu menertibkan Warung remang - remang (Warem) karena memang melanggar Perda yang ada.
Nantinya Pemerintah Daerah siap melakukan pendampingan kepada pemilik usaha Warem untuk mendapatkan usaha yang baru, sehingga mata pencaharian pelaku usaha tidak berhenti.
BACA JUGA:Sambut Ramadan, Kemenag Bengkulu Selatan Geber BBM
Wakil Bupati Bengkulu Selatan Yevri Sudianto mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan peraturan. Sekaligus, menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan kondusif bagi masyarakat.Sehingga tata kelola semakin baik serta mampu menarik perhatian orang luar untuk berkunjung ke Bengkulu Selatan.
"Penertiban yang kita lakukan tidak hanya sebatas pembongkaran bangunan. Pemerintah daerah memastikan akan memberikan solusi nyata bagi para pemilik usaha yang terdampak kebijakan tersebut.Saya menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kebijakan penertiban justru menimbulkan persoalan sosial baru,"papar Yevri saat ditemui RADAR BENGKULU di ruang kerjannya Rabu (18/02).
BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Tetap Gelar Safari Ramadan, Bantuan Pembangunan Masjid Ditiadakan
Bagi pemilik usaha warem yang dibongkar, lanjutnya, nantinya akan diberikan peluang usaha. Sehingga masih bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.Apa yang dilakukan ini bukan untuk mematikan rezeki pelaku usaha Warem.Hal ini dilakukan untuk Bengkulu Selatan lebih baik lagi.
Bahkan sebelum melakukan penertiban, Pemerintah Daerah sudah berkoordinasi dengan pelaku Warem. Yaitu, dengan cara pendekatan mengedepankan dialog dan pendampingan agar para pelaku usaha bisa beralih ke sektor yang lebih produktif dan sesuai dengan aturan.
“Kalau nantinya pelaku usaha ingin berdiskusi akan kita berikan ruang bagi para pelaku,usaha apa yang bisa meraka lakukan,asal tidak melanggar aturan yang ada.Mari kita berdiskusi tentang usaha yang bisa dikembangkan di Bengkulu Selatan. Karena potensi itu ada. Bukan hanya sekadar membuka Warem saja,"pungkas Yevri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
