Kesehatan Mental Anak Muda dan Pentingnya Etika Jurnalistik di Era Digital
Nadya Chatrina Sitorus Mahasiswa S1 Jurnalistik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu-Ist-
RADAR BENGKULU - Belakangan ini, isu Kesehatan mental anak muda semakin sering dibahas, baik di media massa maupun media sosial. Banyak remaja dan mahasiswa yang mengalami stress karena tugas kuliah, tekanan lingkungan, masalah keluarga, sampai tuntutan agar selalu terlihat “sempurna” di media sosial. Sayang nya, selalu ada media yang memberitakan isu Kesehatan mental dengan cara yang berlebihan agar menarik perhatian public Padahal, pemberitaan seperti ini bisa memengaruhi kondisi psikologis pembaca ,terutama bagi anak muda yang sedang rentan secara mental.
Dalam kondisi seperti sekarang ini, etika filsafat dalam jurnalistik sangat penting untuk di terap kan. Media seharusnya tidak hanya fokus pada jumlah pembaca dan sesuatu yang viral saja, tetapi juga memikirkan dampak dari berita yang telah di buat. Isu Kesehatan mental perlu di beritakan dengan cara manusiawi, edukatif dan sejara bijak supaya media bisa menjadi tempat informasi yang membantu Masyarakat, bukan malah menambah tekanan mental.
Menurut data dari World Health Organization (WHO), satu dari tujuh remaja di dunia mengalami gangguan Kesehatan mental. Data tersebut menunjukan bahwa Kesehatan mental bukan lagi persoalan sepele, melainkan masalah serius yang harus dapat perhatian Bersama. Dalam situasi ini, media memiliki pengaruh besar terhadap cara Masyarakat memandang Kesehatan mental. Hal ini menunjukan bahwa Kesehatan mental bukan hal sepele, tetapi sudah menjadi persoalan yang serius di kalangan anak muda.
Dalam situasi ini, media punya pengaruh yang besar terhadap cara Masyarakat memandang suatu kesehatan mental. namun kenyataan nya masi saja ada media yang membuat judul berita terlalu sensasional, seperti membahas kasus bunuh diri dengan secara detail atau menggunakan kata-kata yang memicu stigma. seperti sudut pandang etika jurnalistik, Tindakan tersebut sangat kurang tepat karna bisa memberikan dampak yang buruk bagi pembaca.
Solusi untuk kesehatan mental itu adalah dengan cara belajar untuk mengelola pikiran negatif maupun overthinking, berada di lingkungan yang baik dan positif seperti lingkungan kampus yang baik, keluarga yang mendukung, serta teman yang membantu. Ketika kita berada di lingkungan yang buruk itu akan membuat kita menjadi buruk dan mental juga buruk.
BACA JUGA:Idul Adha 1447 Hijriah Ditetapkan Pemerintah Jatuh Tanggal 27 Mei 2026
Jadi, etika filsafat dalam jurnalistik itu sangat dibutuhkan dalam pemberitaan kesehatan mental anak muda, Media harus lebih sadar bahwa setiap berita yang di publikasikan memiliki dampak yang besar bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda yang aktif mencari informasi digital setiap hari.
Kesehatan mental anak muda adalah isu penting yang tidak boleh di anggap remeh. Media memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan berita dengan cara manusiawi dan etis. Jika jurnalistik di jalan kan dengan baik dan berpegang pada nilai moral, maka media tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga bisa menjadi ruang edukasi dan dukungan bagi anak muda yang sedang berjuang untuk menjaga kesehatan mental nya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
