Kurangi Sampah Organik, Pemkot Bengkulu Luncurkan Program Budidaya Maggot
Inilah Kantor Dinas Lingkungan Hidup yang masuk dalam wilayah Kota Bengkulu-Azmaliar Zaros-
radarbengkuluonline.id - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) punya cara seru dan solutif buat menangani masalah sampah organik. Mereka resmi meluncurkan program budidaya maggot yang dirancang terintegrasi dengan sistem ekonomi sirkular.
Menariknya, program ini nggak cuma fokus menjaga kebersihan lingkungan aja, tapi juga diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
BACA JUGA:Pemda Bengkulu Selatan Melalui BPJS Salurkan Santunan Rp 84 Juta
Kepala DLH Kota Bengkulu Anshari Amin, mengungkapkan bahwa metode ramah lingkungan ini dinilai jauh lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan pengomposan konvensional yang biasa kita tahu selama ini.
"Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu," ujar Anshari.
Selain urusan kebersihan, program ini ternyata punya efek domino yang positif ke sektor ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Sampah yang tadinya menumpuk bakal dialihkan menjadi sumber daya baru yang produktif. Maggot yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pakan alternatif yang bergizi tinggi.
"Ini konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi," jelasnya.
Untuk memastikan program keren ini berjalan lancar dan berkelanjutan, DLH Bengkulu juga langsung menggandeng pihak akademisi serta komunitas lingkungan.
Kolaborasi ini dilakukan untuk mengedukasi warga secara langsung di lapangan lewat sosialisasi masif di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT yang dimulai pada 19 Mei 2026.
Tujuannya tentu saja agar pemilahan sampah bisa konsisten dan sukses bertransformasi menjadi gaya hidup baru masyarakat Kota Bengkulu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
