Kejar Target Program Nasional, Pemkot Bengkulu Matangkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

 Kejar Target Program Nasional, Pemkot Bengkulu Matangkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati-Riski/MC-Radar Bengkulu

radarbengkuluonline.id - ​Pemerintah Kota Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Hotel Adeva.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan capaian program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Kota Bengkulu. 

BACA JUGA:Genjot PAD, Pemprov Bengkulu Optimalkan Pengawasan Pajak Sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan



Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Kota Bengkulu Alex Periansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Bengkulu. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna menyukseskan program yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia ini.

​Langkah akselerasi ini diambil mengingat realisasi capaian CKG di Kota Bengkulu saat ini baru menyentuh angka 2,07% berdasarkan data aplikasi Dinas Kesehatan. Angka tersebut masih cukup jauh dari target pelaksanaan yang ditetapkan sebesar 20% pada akhir tahun 2026, dengan target jangka panjang menjangkau 46% dari total jumlah penduduk Kota Bengkulu.

Untuk mengejar target tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu tengah menyusun jadwal kunjungan ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama, yang akan diintegrasikan dengan momentum penerimaan murid baru.

​"Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/84/2026, diperlukan dukungan penuh dan integrasi pelayanan mulai dari Puskesmas hingga Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama lainnya agar program ini berjalan optimal sesuai sasaran siklus hidup," ujar Alex Periansyah saat membacakan sambutan.

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menambahkan bahwa program PKG atau CKG ini merupakan bentuk nyata dari pencegahan sekunder (skrining) yang sejalan dengan Integrasi Layanan Primer (ILP). ILP sendiri merupakan pilar utama dari 6 Pilar Transformasi Kesehatan Indonesia yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI, khususnya pada pilar Transformasi Layanan Primer yang memperkuat aktivitas promotif dan preventif. 

Di tingkat Puskesmas, pelayanan ILP kini telah diorganisir ke dalam 5 klaster utama, yakni Klaster 1 (Manajemen), Klaster 2 (Ibu, Anak, dan Remaja), Klaster 3 (Dewasa dan Lansia), Klaster 4 (Penanggulangan Penyakit Menular), serta Lintas Klaster (Farmasi, Laboratorium, dan Gawat Darurat).

​"Kami berharap dukungan dari semua pihak untuk memfasilitasi tim CKG di lapangan agar sasaran pemeriksaan kesehatan di Kota Bengkulu bisa tercapai hingga 100%," harap Nelli Hartati.

​Pemeriksaan kesehatan gratis ini sendiri dirancang secara inklusif untuk menyasar seluruh kelompok umur atau siklus hidup masyarakat. 

Sasaran tersebut meliputi bayi baru lahir (usia 0 hari sampai 28 hari), balita dan anak prasekolah (usia 1 tahun sampai 6 tahun), anak usia sekolah dan remaja (usia 7 tahun sampai 17 tahun), dewasa (usia 18 tahun sampai 59 tahun), hingga lanjut usia atau lansia (usia 60 tahun ke atas).

 Agenda rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Puskesmas se-Kota Bengkulu dan seluruh stakeholder terkait yang berkomitmen penuh mendukung jalannya program demi kesejahteraan masyarakat. 



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: