Mulai Terasa, Efek Kenaikan Harga Pertamax di SPBU

Mulai Terasa, Efek Kenaikan Harga Pertamax di SPBU

Mulai Terasa, Efek Kenaikan Harga Pertamax di SPBU -Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu

radarbengkuluonline.id, Jakarta  – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax mulai memunculkan perubahan pola konsumsi bahan bakar masyarakat.

Seperti dikutip dari laman disway.id, meskipun terjadi peningkatan penggunaan Pertalite, kondisi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta Selatan pada Minggu, 14 Juni 2026, terpantau tetap normal tanpa antrean panjang seperti yang sempat dikhawatirkan pasca penyesuaian harga Pertamax.

BACA JUGA:Kepala Rutan Manna Tingkatkan Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan



Untuk diketahui, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax berdampak pada mengularnya antrean pengisian Pertalite di SPBU. Berdasarkan pantauan di beberapa beberapa titik SPBU seperti wilayah Kemang, jalan Pangeran Antasari, dan Cilandak, volume kendaraan yang mengantre tergolong biasa dan kondusif

Berbeda dengan hari kerja yang sering mengalami antrean, panjang di setiap pengisian bensin. Akhir pekan ini berjalan tanpa adanya antrean yang mengular panjang. Salah seorang petugas SPBU, mengatakan antrean panjang terjadi di setiap jam pulang kerja, di hati biasa.

"Biasanya jam pulang kerja panjang antrean, kalau minggu gini sepi," katanya.


Ia mengakui adanya kenaikan Pertamax adanya peningkatan konsumsi Pertalite. Kendati begitu tidak begitu signifikan terhadap kendaraan yang memang harus mengisi Pertamax.

"Ya lumayan ada peningkatan sih, dibandingkan sebelum pertamax naik. Tapi sedikit. Soalnya kalau motor atau mobil yang bensinya harus Pertamax ya tetap pertamax belinya," ujarnya.

Sebelumnya, kenaikan harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, penyesuaian harga ini dilakukan selaras dengan mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia. Kenaikan harga BBM non-subsidi ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Roberth dalam keterangannya.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: