Pekerjaan yang Bisa Membuat Orang Bangkrut Pada Hari Kiamat

 Pekerjaan yang Bisa Membuat Orang Bangkrut Pada Hari Kiamat

Amir Abdullah, Lc, MA-Adam-radarbengkulu


radarbengkuluonline.id -- Para pembaca  rahimakumullah, tidak terasa hari ini kita sudah memasuki hari Jumat  lagi. Untuk itu, redaksi sudah menyiapkan khutbah Jumat untuk pembaca semua. Judulnya,  Pekerjaan yang Bisa Membuat Orang Bangkrut Pada Hari Kiamat.


Materi ini ditulis oleh Ustadz  Amir Abdullah, Lc, MA. Rencananya, materi ini akan disampaikan saat menjadi khatib shalat Jumat di  Masjid Jami Babussalam, Jalan P.Natadirja KM.8 Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.


Apa saja isi materi khutbahnya, silahkan dibaca langsung tulisannnya dibawah ini. Selamat membaca! Semoga ada manfaatnya bagi kita semua. 



إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أمابعد، فياعبادالله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فقدفازالمتقون
يَاأَيُّهَاالَّذِينَ آمَنُوااتَّقُوااللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ إِلَّاوَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subḥānahu wa Ta'ālā. Ketakwaan bukan hanya diwujudkan dengan memperbanyak ibadah, tetapi juga dengan menjaga hak-hak sesama manusia.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,


Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa kebangkrutan yang sebenarnya bukanlah kehilangan harta, tetapi kehilangan pahala di hari kiamat.
Dari Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟» قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ. فَقَالَ: «إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ... ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ»

Artinya:
"Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat. Namun ia pernah mencaci, memfitnah, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Pahala-pahalanya diberikan kepada orang-orang yang dizaliminya. Jika pahalanya habis, dosa mereka dipindahkan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Muslim no. 2581).

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Hadis yang mulia ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi kita.
1. Hakikat kebangkrutan adalah bangkrut di akhirat, bukan di dunia.
Orang yang kehilangan harta di dunia masih dapat berusaha kembali. Namun, orang yang kehilangan pahala di akhirat adalah orang yang benar-benar merugi.


2. Ibadah harus melahirkan akhlak yang mulia.
Salat, puasa, dan zakat tidak boleh berhenti sebagai rutinitas. Ibadah yang benar akan mendorong seseorang menjaga lisan, tangan, dan perilakunya dari menyakiti orang lain.


3. Kezaliman kepada sesama manusia sangat berat dosanya.
Mencaci, memfitnah, mengambil harta, memukul, atau menumpahkan darah adalah dosa yang harus dipertanggungjawabkan. Hak manusia tidak gugur hanya dengan istigfar, tetapi harus diselesaikan dengan meminta maaf atau mengembalikan haknya.


4. Pahala dapat habis karena kezaliman.
Pada hari kiamat, pahala menjadi alat pembayaran bagi orang yang pernah dizalimi. Jika pahala habis, dosa orang yang dizalimi akan dipindahkan kepada pelakunya.


5. Menjaga lisan adalah bagian dari kesempurnaan iman.
Banyak manusia terjerumus ke dalam kebangkrutan akhirat bukan karena meninggalkan ibadah, tetapi karena tidak menjaga ucapan. Oleh karena itu, hendaklah kita membiasakan berkata baik atau memilih diam.


6. Muhasabah dan meminta maaf sebelum terlambat.
Selama masih hidup, pintu taubat masih terbuka. Jika pernah menzalimi orang lain, segeralah meminta maaf, mengembalikan haknya, dan memperbanyak amal saleh. Jangan menunggu hingga hari kiamat, ketika tidak ada lagi dinar dan dirham, yang ada hanyalah pahala dan dosa.
Karena itu, marilah kita menjaga salat, puasa, dan seluruh amal ibadah, sekaligus menjaga lisan, tangan, dan hati agar tidak menyakiti sesama.
Semoga Allah Subḥānahu wa Ta'ālā menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang selamat dari kebangkrutan pada hari kiamat.


أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: