Waspada, Bleaching dan Hidrogen Peroksida Bisa Merusak Rambut
Waspada, Bleaching dan Hidrogen Peroksida Bisa Merusak Rambut-Tim Redaksi/Ist-radarbengkulu
radarbengkuluonline.id, Jakarta - Mewarnai rambut telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Ada yang sekadar memberi highlight.
Seperti dikutip dari laman harian disway, ada pula yang mengubah warna rambut secara total. Namun, di balik hasil akhir yang menarik, terdapat proses kimia. Itu mempengaruhi kesehatan rambut dalam jangka panjang. Terdapat salah satu tahapan sebelum pewarnaan permanen. Yakni bleaching atau proses pemudaran warna alami rambut. Tahapan itu paling sering dilakukan.
BACA JUGA:BKN Pastikan Pengumuman Sekolah Kedinasan Dimulai Bulan Ini
Tahapan itu menggunakan bahan kimia. Seperti hidrogen peroksida dan amonia. Dengan tujuan menghilangkan pigmen alami rambut. Sehingga warna baru dapat menempel dengan lebih maksimal. Berdasarkan berbagai sumber, proses tersebut bekerja dengan membuka lapisan kutikula rambut terlebih dahulu. Kemudian pigmen buatan dimasukkan ke dalam batang rambut.
Walaupun efektif menghasilkan warna yang diinginkan, proses itu juga melemahkan ikatan protein. Pun, mengurangi kadar kelembaban alami rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih mudah kering, rapuh, dan patah. hidrogen peroksida memiliki peran utama dalam memudarkan warna rambut.
Yaitu, dengan cara menghancurkan melanin, pigmen alami yang menentukan warna rambut seseorang. Sementara itu, amonia berfungsi mengembangkan batang rambut. Sehingga zat pewarna dapat masuk lebih dalam. Kombinasi kedua bahan tersebut memang membuat proses pewarnaan lebih efektif. Tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan pada rambut.
Ada beberapa dampak yang paling sering muncul antara lain: rambut menjadi rapuh dari bagian dalam, kehilangan kelembapan alami, mudah mengembang atau kusut (frizzy), serta terasa lebih kasar saat disentuh. Tak hanya rambut, kulit kepala juga dapat terkena dampak penggunaan bahan kimia tersebut. Terlebih paparan hidrogen peroksida dan amonia dalam kadar tinggi. Itu berpotensi menyebabkan iritasi, kulit kepala kering. Hingga meningkatnya sensitivitas.
Jika terjadi terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi alami pelindung kulit kepala. Yang berperan penting dalam menjaga pertumbuhan rambut tetap sehat. Karena itu, para ahli menyarankan agar konsumen tidak hanya fokus pada hasil warna akhir. Tetapi juga memperhatikan kandungan bahan yang digunakan dalam produk pewarna rambut.
Pahami label komposisi. Itu dapat membantu menghindari bahan-bahan yang berpotensi menimbulkan kerusakan.
Seperti hidrogen peroksida, amonia, maupun PPD (para-phenylenediamine). Bahan-bahan tersebut dikenal sebagai salah satu pemicu reaksi alergi pada sebagian orang.
Nah, seiring meningkatnya kesadaran konsumen, industri kecantikan juga mulai menghadirkan berbagai produk yang diklaim lebih ramah terhadap rambut dan kulit kepala. Sejumlah produk kini menggunakan formula berbahan herbal atau organik. Tanpa kandungan hidrogen peroksida, amonia, maupun PPD.
Salah satu contohnya adalah pewarna rambut berbentuk gel. Mengandalkan bahan alami. Sebagai alternatif proses pewarnaan konvensional. Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa menjaga kesehatan rambut tetap harus menjadi prioritas utama. Jangan hanya sekadar mengejar hasil warna yang instan.
Perawatan rambut setelah proses pewarnaan, penggunaan produk yang tepat, serta pemilihan formula yang lebih lembut. Itu dapat membantu meminimalkan risiko kerusakan dalam jangka panjang. Sebab, pewarnaan rambut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala agar tetap terawat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
